Makalah Komunikasi Bisnis
”Pengorganisasian Pesan-Pesan Bisnis dan Revisi Pesan-Pesan Bisnis”
Disusun Oleh:
Rifa Safitri : 56216368
Liana
Andriyani : 54216037
Anita Arianti : 50216921
Nurul
Handayani : 55216619
Pirara
Anastasia :55216761
Pengorganisasian Pesan-Pesan Bisnis dan Revisi Pesan-Pesan Bisnis
Hal-hal yang Menyebabkan Pesan-pesan Tak
Terorganisasi dengan Baik
Dalam suatu
organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pimpinan kepada para bawahan
kadang kala tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menjadikan pesan-pesan
yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apa
yang dikehendaki. Tidak terorganisasinya pesan-pesan dengan baik dapat
disebabkan oleh beberapa hal:
1. Bertele-tele
Sering kali pesan pembuka awal sebuah surat terlalu panjang hingga mencapai
beberapa paragraf, baru kemudian masuk ke topik bahasan. Dengan kata lain,
pesan pembuka awal tersebut terlalu bertele-tele, sehingga pembaca memerlukan
waktu yang lama untuk memahami maksud pesan-pesan yang disampaikan.
2. Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan
Faktor berikutnya adalah adanya informasi yang tidak relevan dan tidak
penting dalam pesan yang disampaikan kepada audiens. Informasi yang tidak
relevan, disamping membuang-buang waktu, juga dapat membuat pesan-pesan yang
disampaikan menjadi kabur, tidak jelas, dan sulit dipahami. Oleh karena itu,
sebaiknya hanya informasi yang relevan dan penting saja yang disampaikan kepada
audiens.
3. Menyajikan ide-ide secara tidak logis
Penyebab selanjutnya adalah adanya ide-ide yang tidak logis dan tidak
terkait dengan topik bahasan yang disampaikan kepada audiens. Hal ini
menyebabkan ketidaklancaran komunikasi karena audiens akan sulit memahami
poin-poin penting yang disampaikan.
4. Informasi penting kadang kala tidak tercakup di
dalam pembahasan
Apabila pesan-pesan yang tidak relevan dan tidak penting lebih dominan,
maka ada kecenderungan poin-poin yang penting justru terlupakan dari topik
pembahasan. Karena terlalu fokus membahas hal-hal yang hanya bersifat pelengkap
atau pendukung saja. Poin-poin yang seharusnya memperoleh porsi bahasan lebih
besar menjadi terabaikan.
Pentingnya Pengorganisasian Pesan yang
Baik
Untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik, ada empat hal yang
perlu diperhatikan, yaitu:
1. Subjek dan tujuan harus jelas.
2. Semua informasi harus berhubungan dengan
subjek dan tujuan.
3. Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan
dengan cara yang logis.
4. Semua informasi yang penting harus sudah
tercakup.
Suatu pesan yang telah dilakukan pengorganisasian dengan baik akan
bermanfaat dalam:
1. Membantu audiens memahami suatu pesan
Dengan mengemukakan poin-poin penting secara jelas, menyusun ide-ide secara
logis dan runtut, serta memasukkan semua informasi yang relevan dalam pesan,
maka audiens dapat dengan mudah memahami maksud dan tujuan pesan.
2. Membantu audiens menerima suatu pesan
Pengorganisasian pesan-pesan yang baik disamping membantu audiens dalam
memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat menerima isi pesan
tersebut. Misalnya, seorang konsumen mengadukan masalah pembelian suatu produk
kepada manajer toko karena memperoleh jawaban yang tidak menyenangkan atau
mengecewakan.
3. Menghemat waktu
Apabila suatu pesan tidak terorganisasi dengan baik, penyampaiannya akan
menghabiskan waktu audiens. Salah satu tujuan pengorganisasian pesan-pesan yang
baik adalah untuk menyampaikan informasi atau ide-ide yang relevan saja. Dengan
hanya menyampaikan informasi yang relevan, waktu audiens akan dapat dihemat.
4. Mempermudah pekerjaan komunikator
Pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan
komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat. Hal ini merupakan faktor yang
sangat penting dalam dunia bisnis agar penyelesaian pekerjaan berjalan dengan
baik, cepat, dan efisien.
Pengorganisasian Pesan-pesan melalui Outline
Pada dasarnya untuk mencapai pengorganisasian pesan yang baik diperlukan
dua proses tahapan, yaitu (1) mendefinisikan dan mengelompokkan ide-ide, (2)
menetapkan urutan ide-ide dengan perencanaan organisasional.
1. Mendefinisikan dan
Mengelompokkan Ide
Memutuskan apa yang harus dikatakan adalah masalah mendasar bagi setiap
komunikator yang harus dicari pemecahannya. Jika materi memang lemah, tidak
memiliki suatu muatan yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada.
Apabila penyusunan pesan yang panjang dan kompleks, maka outline sangat
diperlukan. Hal ini karena dengan adanya outline akan membantu
memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Selain itu, outline juga membantu untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara
yang lebih sistematik, efisien, dan efektif. Melalui perencanaan yang baik,
outline akan membantu mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga audiens
akan memahami pola pikir komunikator.
Susunan suatu outline secara garis besar dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Mulailah dengan ide pokok
Ide pokok akan membantu dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari
suatu pesan. Ide pokok dirangkum ke dalam dua hal: (a) apa yang Anda inginkan
terhadap audiens untuk melakukannya atau memikirkannya, (b) alasan yang
mendasar mengapa mereka harus melakukan atau memikirkannya. Ide pokok merupakan
titik awal untuk membuat outline.
2. Nyatakan poin-poin pendukung yang penting
Adanya poin-poin pendukung akan sangat berguna dalam mendukung ide-ide
pokok.
3. Ilustrasi dengan bukti-bukti
Tahap ketiga dalam
menyusun outline adalah memberikan ilustrasi dengan
mengemukakan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak bukti yang
dapat disajikan, outline yang dibuat akan semakin baik.
2. Menentukan Urutan Ide dengan
Rencana Organisasional
Untuk dapat menentukan urutan, ada dua pendekatan:
1. Pendekatan langsung (direct approach)
Di dalam pendekatan langsung, ide pokok muncul paling awal kemudian diikuti
bukti-bukti pendukungnya. Gunakan pendekatan ini bila reaksi audiens cenderung
positif atau menyenangkan.
2. Pendekatan tidak langsung (indirect
approach)
Di dalam pendekatan tidak langsung, bukti-bukti muncul terlebih dahulu
kemudian diikuti dengan ide pokoknya. Gunakan pendekatan ini bila reaksi
audiens cenderung negatif atau tidak menyenangkan.
Setelah memilih suatu pendekatan, kemudian memilih rencana organisasional
yang terbagi menjadi:
1. Direct Request
Direct request dapat berbentuk surat atau memo. Misalnya, Anda tertarik
terhadap suatu produk baru dan Anda berkeinginan untuk mengetahui berbagai hal
mengenai produk tersebut, seperti karakteristik, harga, dan cara pembayarannya,
maka Anda dapat menggunakan direct request.
1. Pesan-pesan Rutin, Good News, Good will
§
Pesan-pesan rutin mempunyai potensi untuk membentuk suatu kesan positif
atau citra yang baik bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, ketika menulis
suatu pesan rutin, Anda harus bertanya pada diri sendiri apa yang Anda inginkan
terhadap pembaca setelah mereka memahami pesan yang Anda sampaikan. Pesan-pesan
rutin layak untuk memperoleh perhatian secara bijaksana. Dalam setiap
organisasi, memo dan surat-surat dikirim ke ratusan bahkan ke ribuan karyawan,
konsumen, klien, dan sebagainya.
§
Good News merupakan pesan yang menginformasikan kabar baik atau berita yang
menyenangkan. Contoh good news tentang pekerjaan antara lain: penerimaan kerja,
kenaikan pangkat/jabatan/posisi, memperoleh bonus kerja, tunjangan hari raya,
kenaikan gaji, dan pengakuan/penghargaan prestasi kerja. Contoh good news
tentang produk antara lain: diskon harga produk, sistem beli 3 produk dapat
tambahan 1 produk gratis (buy 3 get 1 free), membeli produk dalam jumlah tertentu
akan memperoleh hadiah tertentu (seperti kalender tahun baru atau produk
aksesoris).
§
Pesan-pesan Good Will merupakan pesan yang menimbulkan suatu perasaan
positif yang dapat mendorong orang untuk menjaga hubungan bisnis. Perusahaan
dapat meningkatkan hubungannya dengan konsumen ataupun relasi bisnis dengan
mengirimkan pesan yang bersifat kekeluargaan. Beberapa bentuk good will
diantaranya: ucapan selamat (congratulations), penghargaan (messages of
appreciation), ucapan (condolences), dan ucapan salam (greetings).
1. Pesan-pesan Bad News
Pesan-pesan bad news merupakan pesan yang menginformasikan kabar buruk atau
berita yang tidak menyenangkan, contohnya seperti penolakan surat lamaran,
menolak kredit, melakukan perampingan karyawan, atau menurunkan pangkat. Jika
Anda membuat pesan bad news, cobalah untuk menempatkannya pada bagian
pertengahan surat dengan menggunakan bahasa yang halus.
1. Pesan-pesan Persuasif
Persuasi merupakan suatu usaha mengajak/mengubah sikap, kepercayaan, atau
tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, pesan persuasi
yang efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan suatu pesan di dalam suatu
cara yang membuat audiens (pembaca atau pendengar) merasa mempunyai pilihan dan
membuat mereka setuju. Contoh penyampaian pesan persuasif yaitu pada pesan
dalam kegiatan untuk mendapatkan dana dan kerjasama. Pesan-pesan persuasif
bertujuan untuk mempengaruhi audiens yang cenderung mempertahankan ide atau
gagasannya. Pesan-pesan persuasif umumnya lebih lama, lebih rinci, dan
tergantung pada perencanaan strategis yang cukup ketat.
KETERAMPILAN MEREVISI
Revisi merupakan langkah terakhir dalam
mengembangkan pesan-pesan bisnis secara efektif. Setiap pesan bisnis perlu di
edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya, gaya penyampaiannya,
maupun format penulisannya.
§
Pesan-Pesan bisnis mencakup:
1. Pesan-Pesan Bisnis Tertulis
Proses penulisan pesan-pesan bisnis dalam bentuk tertulis dimulai dari:
Mengedit isi, Pengorganisasian, dan Gaya Penulisan.
Untuk membantu memberikan gambaran yang lebih rinci tentang hal-hal apa
saja yang perlu di perbaiki atau di sempurnakan, berikut ini terdapat beberapa
pertanyaan penting yang perlu di perhatikan, antara lain:
§
Apakah anda telah memasukan poin-poin dengan urutan yang logis?
§
Apakah terdapat keseimbangan yang baik antara hal-hal yang bersifat umum
dengan hal-hal yang khusus?
§
Apakah ide yang paling penting telah memperoleh porsi pembahasan yang
cukup?
§
Apakah anda telah memberikan fakta-fakta pendukung dan melakukan
pemeriksaan ulang (cross check) terhadap fakta-fakta yang ada?
§
Apakah anda ingin menambahkan informasi yang baru?
Mengedit Mekanik / Teknis Penulisan
Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian, dan gaya penulisannya,
langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan dari sudut mekanik atau teknis
penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang mencakup antara lain:
§
Susunan kalimat yang di gunakan, apakah sudah sesuai dengan kaidah
kebahasaan yang ada , sehingga mudah di pahami dengan baik.
§
Penggunaan kapitalisasi secara tepat ( perhatikan kata – kata yang harus di
tulis dengan huruf kapital).
§
Penulisan tanda baca secara benar ( perhatikan penggunaan tanda baca koma,
titik, titik koma, tanda tanya , dan tanda seru).
§
Perhatikan makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat
di pahami dengan mudah.
§
Perhatikan terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu
kalimat. Hal ini dapat menghilangkan makna suatu pesan – pesan bisnis yang
telah disampaikan.
Mengedit Format dan Layout
Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis adalah mengedit format
dan layout secara keseluruhan. Disamping melakukan penelaahan terhadap tata
bahasa, ejaan, kesalahan-kesalahan tulis, dan tanda baca, format penulisannya
juga tidak boleh di abaikan begitu saja. Jika format penulisannya menarik, di
tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang di gunakan berkualitas
baik, audiens Anda akan senang membacanya.
2. Pesan-Pesan Bisnis Lisan
Sebagaimana pesan-pesan bisnis yang di sampaikan secara tertulis,
pesan-pesan bisnis yang disampaikan dalam bentuk lisan pun memerlukan
pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan (editing) seperlunya, sehingga
suatu pesan bisnis dapat di pahami audiens dengan baik.
Oleh karena itu, meskipun penyampaian pesan-pesan bisnis yang di lakukan
secara lisan, tetap perlu di lakukan kegiatan pengeditan yang mencakup antara
lain:
a. Substansi pesan
Langkah pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan –
pesan bisnis adalah mengedit substansi pesan yang akan di sampaikan pada
audiens.
§
Apakah substansi (inti) pesan yang ingin di sampaikan telah tercantum di
dalamnya?
§
Apakah data pendukung (tabel, grafik, bagan, gambar, audio, audiovisual)
juga sudah tercantum di dalamnya?
b. Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian pesan – pesan bisnis yang akan di sampaikan secara lisan
mencakup tiga poin penting yaitu;
§
Pembuka (misalnya, salam pembuka, perkenalan diri)
§
Penyampaian substansi pesan ( misalnya, pengantar pesan di lanjutkan dengan
substansi pesan).
§
Penutup ( misalnya: kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
c. Gaya Bahasa
Pada umumnya, penulisan pesan – pesan bisnis yang akan disampaikan secara
lisan cenderung hanya bersifat outline atau garis besarnya saja, sedangkan penyajian
secara lebih rinci (lengkap) dapat disampaikan pada saat melakukan presentasi.
Gaya bahasa yang di gunakan dalam penyajian pesan – pesan bisnis secara
lisan lebih menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis karena cara
penyampaiannya yang lebih santai, luwes, dan tidak menonton. Disamping itu,
melalui penyajian secara lisan penerimaan pesan akan lebih mudah memahami
maksud dan tujuan suatu pesan yang ditunjukkan dengan penyampaian pesan – pesan
secara langsung, pesan – pesan non verbal yang di dukung dengan tampilan kata,
huruf, gambar, bagan, dan tabel, dalam format animasi yang dinamis.
PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
Pemilihan kata adalah penggunaan kata-kata tertentu untuk mencurahkan ide
atau pikiran ke dalam sebuah kalimat. Agar pesan yang terkandung dalam kalimat
yang di sampaikan kepada orang lain dengan mudah dapat di mengerti, anda harus
dapat memilih kata-kata dengan sebaik-baiknya. Agar maksud komunikasi dapat
tercapai, perlu beberapa hal berikut:
1. Pilihlah kata yang sudah familier/
dikenal
Dalam menyampaikan sesuatu harus menggunakan bahasa yang mudah, agar mudah
di mengerti oleh audiens.
2. Pilihlah kata-kata yang singkat
Agar pesan-pesan bisnis lebih efisien, juga mudah dipahami audiens, tetapi
harus tetap memperhatikan kaidah yang benar & baik.
3. Hindari kata-kata yang bermakna
ganda
Agar tidak terjadi salah tafsir akibat tidak tercapainya tujuan dari
pesan-pesan tersebut.
MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja
disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat & baik.
1. Secara umum, ada tiga jenis
kalimat yaitu:
2. Kalimat Sederhana
Suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat.
Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai
klausa dependen.
Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa
dependen sebagai anak kalimat.
Cara Mengembangkan Paragraf
Ada 2 pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf, pendekatan induktif
dan pendekatan deduktif. Pendekatan induktif dimulai dengan berbagai alasan
terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif dimulai dari
kesimpulan, baru di diikuti dengan alasan-alasannya. Cara-cara mengembangkan
paragraf:
1. Ilustrasi
2. Perbandingan (Persamaan dan Perbedaan)
3. Pembahasan Sebab-Akibat
4. Klasifikasi
5. Pembahasan Pemecahan Masalah
a.Ilustrasi
Untuk mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi yang
dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Anda dapat mengembangkan paragraf dengan cara membandingkan persamaan
maupun perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
Pembahasan Sebab-Akibat
Agar dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan
tertentu.
Klasifikasi
Untuk mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima
pesan. Selain itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang
dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi
Paragraf hendaknya jangan terlalu singkat namun juga jangan terlalu
panjang. Yang penting, suatu paragraf harus merupakan kesatuan ide atau gagasan
yang utuh, menggunakan kata-kata transisi, kata ganti, atau kata kunci sebagai
penghubung antara kalimat yang satu dengan yang lainnya, dan jelas.
