LAMBANG-LAMBANG
DALAM BERKOMUNIKASI
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, lambang
merupakan tanda (lukisan, perkataan, lencana dan sebagainya) yang menyatakan
suatu hal atau mengandung maksud tertentu. Menurut Ensiklopedia, lambang adalah suatu tanda atas dasar kesepakatan
atau persetujuan bersama (meliputi juga semboyan dan kata-kata sandi) serta
berbagai tanda umumnya.
Sedangkan komunikasi adalah suatu
proses kegiatan penyampaian warta/pesa/berita yang mengandung arti dari satu pihak
ke pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian
Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin akan behenti berkomunikasi. Dalam berinteraksi manusia menggunakan simbol atau lambang khusus untuk menyatakan suatu maksud tertentu. Lambang-lambang bahasa, baik lisan maupun tulisan disebut lambang verbal. Lambang-lambang lainnya yang bukan bahasa disebut lambang non verbal.
Penggunaan simbol dalam komunikasi bisa
sangat signifikan. Penggunaannya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pictograph
yang terukir pada temuan dari zaman purbakala adalah bukti otentiknya. Tentu
penggunaan simbol mengalami banyak perubahan dari zaman ke zaman, kalo dulu
manusia menggunakan hieroglyph sekarang kita menggunakan emoji.
Terdapat dua komponen penting dalam
mempelajari symbolic communication yaitu: Tanda dan Makna.
Tanda adalah
sesuatu yang bersifat fisik dan dapat dipersepsi oleh indera kita.
Makna adalah
hasil dari penandaan. Makna bukanlah konsep yang mutlak dan statis sebab
pemaknaan dapat berubah karena banyak faktor. Misalnya karena perbedaan
konteks, perubahan zaman, latar belakang, pengalaman atau bahkan mood dari
pemberi makna dsb. Contoh: warna merah dapat dimaknai sebagai amarah, dalam
konteks yang berbeda, warna merah dapat berarti berani.
Kita menggunakan simbol dalam
berkomunikasi agar pesan yang kita sampaikan jelas dan dapat ditangkap
sepenuhnya oleh penerima pesan. Simbol-simbol ini dapat membuat penerima
pesan memahami pesan yang disampaikan.
1.
Lambang Gerak, merupakan lambang yang menggunakan anggota badan. Misalnya, menunjuk,
artinya menunjuk sesuatu hal, menggeleng, artinya tanda tidak setuju,
mengangguk, tanda setuju, melambai, tanda memanggil seseorang, dan lain
sebagainya.
2.
Lambang Suara, lambang suara merupakan lambang yang menggunakan pendengaran,
misalnya mendengarkan radio, sirene ambulan, bel masuk sekolah, menangis,
berteriak, dan lain sebagainya.
3.
Lambang Warna, merupakan lambang yang menggunakan warna-warna. Misalnya warna
kuning, hijau, merah, pada lampu lalu lintas memiliki arti yang berbeda. Warna
lingkaran pada kotak obat juga memiliki arti yang berbeda, ada yang berwarna
hijau, merah, dan biru pada kotak obat menandakan sifat obat yang berbeda.
4.
Lambang Gambar, lambang gambar adalah lambang yang menggunakan gambar-gambar untuk
menunjang proses komunikasi. Contohnya iklan pada surat kabar, rambu-rambu lalu
lintas, poster pada jalan raya dan lain sebagainya.
5.
Lambang Bahasa, merupakan lambang komunikasi yang menggunakan bahasa, baik bahasa
lisan, maupun tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dilisankan (diucapkan),
contohnya orang yang berbicara. Adapun lambang tertulis adalah lambang
berbentuk tulisan.
6.
Lambang Huruf, lambang huruf adalah lambang yang menggunakan huruf. Contohnya
menulis surat pasti membutuhkan gabungan baik huruf untuk membentuk
kalimat pada surat.
7.
Lambang Angka, lambang angka merupakan lambang yang menggunakan angka-angka. Misalnya
penggunaan alat hitung seperti meteran, timbangan, dan lain sebagainya.
Lambang komunikasi dibagi menjadi dua yaitu lambang komunikasi umum dan
lambang komunikasi khusus. Lambang komunikasi umum dibagi lagi menjadi empat
bagian yaitu:
- Mimik
- Gerak-gerik
- Suara
- Bahasa, baik lisan atau tulisan
Lambang-lambang tersebut adalah tanda penyampaian isi pernyataan yang umum
digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dengan menggunakan
lambang-lambang tersebut maka lawan bicara atau komunikan akan mengerti maksud
dari hasil kerja akal dan budi si komunkator.
Di samping lambang komunikasi umum juga terdapat lambang komunikasi khusus
yang juga akan digunakan dalam situasi dan kondisi yang khusus juga. Misalkan
dalam suatu produksi film lambang komunkasi khusus yang biasa digunakan adalah
tata rias, tata cahaya, dekorasi, dll yang jika digunakan lambang-lambang
tersebut pasti mengandung pesan tertentu.
Contohnya, jika tata cahaya disetting redup berarti film itu menyampaikan
bahwa suasana pada durasi film saat itu sedang temaram, galau, sedih atau
mencekam.
Contoh penggunaan lambang komunikasi khusus lainnya bisa diambil dilihat
ketika kita berkendara di jalan raya. Di sana terlihat banyak papan rambu-rambu
lalu lintas yang berbeda-beda. Setiap gambarnya menunjukan arti isi pernyataan
yang berbeda-beda juga.
Kita bisa menggabungkan jenis simbol
yang berbeda tersebut utuk mengilustrasikan konsep yang kompleks dengan cepat
dan mudah. Ungkapan sederhana seperti “Oh” dapat memiliki arti yang kompleks
jika digabungkan dengan tone dan body language yang berbeda.
Namun perlu diperhatikan, perbedaan
latar belakang budaya dapat membuat sebuah lambang memiliki makna yang berbeda.
Sebuah simbol tidak mewakili sebuah makna dengan sendirinya. Manusialah
yang memberikan pemaknaan terhadap symbol-simbol tersebut. Interpretasi
terhadap sebuah simbol bisa berbeda tergantung dari konteks, subkonteks dan
sejarah simbol tersebut dalam lingkungan tertentu.
Dalam ilmu komunikasi dikenal adanya
teori interaksi simbolik. Teori ini memiliki asumsi bahwa manusia membentuk
makna melalui proses komunikasi. Teori ini menjelaskan mengenai hubungan antara
simbol dan interaksi.
Semua bentuk komunikasi bersifat
simbolik dan berdasarkan pada interaksi dan makna. Asumsi utama dari
teori ini adalah:
·
Makna: Manusia berinteraksi dengan lingkungannya
berdasarkan pada makna yang diberikan pada setiap elemen di lingkungan
tersebut. Interaksi simbolik meyakini bahwa pemaknaan merupakan aspek central
dari prilaku manusia.
·
Bahasa: Bahasa memberikan manusia kemampuan untuk
memaknai suatu simbol. Manusia mengidentifikasikan makan melalui Bahasa yang
dipahaminya bersama dengan orang lain.
·
Pikiran: Pikiran memungkinkan seseorang memodifikasi
interpretasi terhadap simbol. Cara seseorang menginterpretasikan suatu simbol
bisa berbeda dari orang lainnya.
Dengan menggunakan simbol kita bisa
menyampaikan dan menerima makna makna yang jelas dan mendalam dalam sebuah
komunikasi. Komunikasi melalui simbol juga kita temui dalam bentuk karya seni
seperti lukisan, patung, musik dan tarian. Tekstur, bentuk, pencahayaan, tata
rias, gerakan, semuanya memiliki makna meski tanpa adanya kata-kata.
Sumber referensi
:
https://klasionotes.wordpress.com/2017/07/06/komunikasi-simbolik-penggunaan-simbol-dalam-komunikasi/






