Selasa, 27 Maret 2018

PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

LAMBANG-LAMBANG DALAM BERKOMUNIKASI

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, lambang merupakan tanda (lukisan, perkataan, lencana dan sebagainya) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu. Menurut Ensiklopedia, lambang adalah suatu tanda atas dasar kesepakatan atau persetujuan bersama (meliputi juga semboyan dan kata-kata sandi) serta berbagai tanda umumnya.

Sedangkan komunikasi  adalah suatu proses kegiatan penyampaian warta/pesa/berita yang mengandung arti dari satu pihak ke pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian

Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin akan behenti berkomunikasi. Dalam berinteraksi manusia menggunakan  simbol atau lambang khusus untuk menyatakan suatu maksud tertentu. Lambang-lambang bahasa, baik lisan maupun tulisan disebut lambang verbal.  Lambang-lambang lainnya yang bukan bahasa disebut lambang non verbal.
Penggunaan simbol dalam komunikasi bisa sangat signifikan. Penggunaannya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pictograph yang terukir pada temuan dari zaman purbakala adalah bukti otentiknya. Tentu penggunaan simbol mengalami banyak perubahan dari zaman ke zaman, kalo dulu manusia menggunakan hieroglyph sekarang kita menggunakan emoji.
Terdapat dua komponen penting dalam mempelajari symbolic communication yaitu: Tanda dan Makna.
Tanda adalah sesuatu yang bersifat fisik dan dapat dipersepsi oleh indera kita.
Makna adalah hasil dari penandaan. Makna bukanlah konsep yang mutlak dan statis sebab pemaknaan dapat berubah karena banyak faktor. Misalnya karena perbedaan konteks, perubahan zaman, latar belakang, pengalaman atau bahkan mood dari pemberi makna dsb. Contoh: warna merah dapat dimaknai sebagai amarah, dalam konteks yang berbeda, warna merah dapat berarti berani.
Kita menggunakan simbol dalam berkomunikasi agar pesan yang kita sampaikan jelas dan dapat ditangkap sepenuhnya oleh penerima pesan. Simbol-simbol  ini dapat membuat penerima pesan memahami pesan yang disampaikan.
1.                 Lambang Gerak, merupakan lambang yang menggunakan anggota badan. Misalnya, menunjuk, artinya menunjuk sesuatu hal, menggeleng, artinya tanda tidak setuju, mengangguk, tanda setuju, melambai, tanda memanggil seseorang, dan lain sebagainya.

2.                 Lambang Suara, lambang suara merupakan lambang yang menggunakan pendengaran, misalnya mendengarkan radio, sirene ambulan, bel masuk sekolah, menangis, berteriak, dan lain sebagainya.

3.                 Lambang Warna, merupakan lambang yang menggunakan warna-warna. Misalnya warna kuning, hijau, merah, pada lampu lalu lintas memiliki arti yang berbeda. Warna lingkaran pada kotak obat juga memiliki arti yang berbeda, ada yang berwarna hijau, merah, dan biru pada kotak obat menandakan sifat obat yang berbeda.

4.                 Lambang Gambar, lambang gambar adalah lambang yang menggunakan gambar-gambar untuk menunjang proses komunikasi. Contohnya iklan pada surat kabar, rambu-rambu lalu lintas, poster pada jalan raya dan lain sebagainya.
5.                 Lambang Bahasa, merupakan lambang komunikasi yang menggunakan bahasa, baik bahasa lisan, maupun tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dilisankan (diucapkan), contohnya orang yang berbicara. Adapun lambang tertulis adalah lambang berbentuk tulisan.

6.                 Lambang Huruf, lambang huruf adalah lambang yang menggunakan huruf. Contohnya menulis surat pasti membutuhkan gabungan baik huruf  untuk membentuk kalimat pada surat.

7.                 Lambang Angka, lambang angka merupakan lambang yang menggunakan angka-angka. Misalnya penggunaan alat hitung seperti meteran, timbangan, dan lain sebagainya.
Lambang komunikasi dibagi menjadi dua yaitu lambang komunikasi umum dan lambang komunikasi khusus. Lambang komunikasi umum dibagi lagi menjadi empat bagian yaitu:
  • Mimik
  • Gerak-gerik
  • Suara
  • Bahasa, baik lisan atau tulisan
Lambang-lambang tersebut adalah tanda penyampaian isi pernyataan yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dengan menggunakan lambang-lambang tersebut maka lawan bicara atau komunikan akan mengerti maksud dari hasil kerja akal dan budi si komunkator.
Di samping lambang komunikasi umum juga terdapat lambang komunikasi khusus yang juga akan digunakan dalam situasi dan kondisi yang khusus juga. Misalkan dalam suatu produksi film lambang komunkasi khusus yang biasa digunakan adalah tata rias, tata cahaya, dekorasi, dll yang jika digunakan lambang-lambang tersebut pasti mengandung pesan tertentu.
Contohnya, jika tata cahaya disetting redup berarti film itu menyampaikan bahwa suasana pada durasi film saat itu sedang temaram, galau, sedih atau mencekam.
Contoh penggunaan lambang komunikasi khusus lainnya bisa diambil dilihat ketika kita berkendara di jalan raya. Di sana terlihat banyak papan rambu-rambu lalu lintas yang berbeda-beda. Setiap gambarnya menunjukan arti isi pernyataan yang berbeda-beda juga.
Kita bisa menggabungkan jenis simbol yang berbeda tersebut utuk mengilustrasikan konsep yang kompleks dengan cepat dan mudah. Ungkapan sederhana seperti “Oh” dapat memiliki arti yang kompleks jika digabungkan dengan tone dan body language yang berbeda.
Namun perlu diperhatikan, perbedaan latar belakang budaya dapat membuat sebuah lambang memiliki makna yang berbeda. Sebuah simbol tidak mewakili sebuah makna dengan sendirinya. Manusialah  yang memberikan pemaknaan terhadap symbol-simbol tersebut. Interpretasi terhadap sebuah simbol bisa berbeda tergantung dari konteks, subkonteks dan sejarah simbol tersebut dalam lingkungan tertentu.
Dalam ilmu komunikasi dikenal adanya teori interaksi simbolik. Teori ini memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Teori ini menjelaskan mengenai hubungan antara simbol dan interaksi.
Semua bentuk komunikasi bersifat simbolik dan berdasarkan pada interaksi dan makna.  Asumsi utama dari teori ini adalah:
·         Makna: Manusia berinteraksi dengan lingkungannya berdasarkan pada makna yang diberikan pada setiap elemen di lingkungan tersebut. Interaksi simbolik meyakini bahwa pemaknaan merupakan aspek central dari prilaku manusia.
·         Bahasa: Bahasa memberikan manusia kemampuan untuk memaknai suatu simbol. Manusia mengidentifikasikan makan melalui Bahasa yang dipahaminya bersama dengan orang lain.
·         Pikiran: Pikiran memungkinkan seseorang memodifikasi interpretasi terhadap simbol. Cara seseorang menginterpretasikan suatu simbol bisa berbeda dari orang lainnya.
Dengan menggunakan simbol kita bisa menyampaikan dan menerima makna makna yang jelas dan mendalam dalam sebuah komunikasi. Komunikasi melalui simbol juga kita temui dalam bentuk karya seni seperti lukisan, patung, musik dan tarian. Tekstur, bentuk, pencahayaan, tata rias, gerakan, semuanya memiliki makna meski tanpa adanya kata-kata.
Sumber referensi :

PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

A . Gaya Hidup
Sesungguhnya dunia usaha atau bisnis dan lingkungan kantor dimana kita berada adalah pantulan dari diri kita. Pandangan dan anggapan kita terhadap diri sendiri adalah modal atau landasan yang menentukan kita bersikap, bertindak berpikir dan berkomunikasi dam kehidupan ini. Apabila kita tidak menyukai, membenci diri kita sendiri,maka kita pun membenci dan tidak menyukai orang lain begitu juga bila kita mencintai diri kita dan berbahagia dengan diri kita maka akan terasa betapa indahnya kehidupan ini. Jadi apabila kita berbahagia, ceria, banyak hal-hal negatif berubah menjadi positif.
Sikap serta gaya hidup seseorang menjadi salah satu hal yang akan menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
B. Mengatur Waktu

Waktu adalah paradoks, bagi orang-orang sibuk yang tidak pernah merasa cukup waktu padahal keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah komoditi yang lentur dan terus-menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana mendapatkan “waktu lebih” tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berarti dan lebih memuaskan.
Agar tetap dapat memusatkan perhatian pada aktivitas, diperlukan cara yang efektif dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas yaitu dengan menyusun daftar aktivitas.  Dalam menyusun daftar aktivitas berilah urutan prioritas pada setiap aktivitas untuk membantu menentukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, karena hanya aktivitas penting yang akan menghasilkan sesuatu.  Padada dasenya mengatur skala prioritas tidak sulit, pertama-tama tentukan tujuan, kemudian tentukan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan terrsebut yaitu tujuan yang ditempatkan pada skala prioritas tertinggi.  Bila telah terbiasa melakukan hal-hal yang penting terlebih dahulu, maka dapat dirasakan betapa mudahnya mengatur waktu dan ternyata cukup waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses.
Untuk mengambil waktu dan melaksanakan jadwal kerja tidak dapat diselesaikan sendiri, karena akan melibatkan orang lain.  Oleh karena itu perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Dengarkan agar tetap pada jalur
  • Tentukan tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
  • Jangan terburu-buru dalam memberikan petunjuk atau intruksi
  • Buatlah memo-memo singkat dan tepat agar dapat mendapat hasil yang diharapkan
  • Bila ragu-ragu cari sumbernya
  • Hindari sikap hiper-responsif

C. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG MENUNJANG KARIER

1.     Job description sebagai pegangan: Seseorang harus selalu bekerja atas dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.
2.     Memiliki keterampilan dasar atau basic skill yang prima: Pengetahuan dasar (basic skill) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara terus.  Ketrampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan ketelitian.
3.     An iron will in the velvet voice: Di dalam pemakaian bahasa lisan harus diyakini bahwa “suara” mempunyai pengaruh yang besar.  Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.
4.     Agenda kerja: Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang harus dilakukan oleh atasan kita.
5.     Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan: Royalitas dengan rekan-rekan membantu menggalang persatuan.
6.     Interpersonal skill: berbekal keyakinan agama, moral etika bisnis dan social psychology, kita akan mampu bersikap dewasa, berperilaku sopan bijaksana, sensitive dan luwes untuk beradaptasi dengan orang lain.
7.     Wawasan: Biasakan banyak membaca dan tumbuhkan sikap bahwa membaca adalah kebutuhan agar otak semakin terlatih dan membuat lebih berguna serta sudut pandang menjadi lebih luas.


D. Penampilan Serasi
Untuk berkomunikasi secara baik, ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan berkomunikasi. Selain kemampuan membuat ide atau gagasan, situasi dan pihak-pihak yang terkait, penampilan juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Penampilan yang menarik, segar, dan serasi akan turut menunjang suksesnya berkomunikasi dengan orang lain.

5. Lambang – Lambang dalam Komunikasi

Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya mengoperasionalkan bibir atau suara tetapi mengoperasionalkan seluruh kepribadian orang tersebut secara total. Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap mengoperasionalkan lambang – lambang yang dapat diciptkan dari gerakan anggota badan.
Dibawah ini akan di ungkapkan:

Ø Lambang Gerakan Tubuh dan Gerakan Badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakan tangan jari – jari, bahkan bola matanya baik itu secara bersama – sama maupun secara bergantian hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.
Ø Lambang Gambar dan Huruf serta Angka – Angka
Bila kita sedang berada di jalan umum kita banyak jumpai rambu – rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar – gambar.
Ø Lambang Benda – Benda tertentu

Seseorang yang menyampaikan ras simpati dengan mengirimkan setangkai bunga mawar atau dalam mengucapkan berduka cita pasti orang – orang akan kirimkan karangan bunga.

Riset komunikasi biasanya tertuju pada empat aspek dalam proses komunikasi yaitu komunikator, pesan, saluran, dan audiens. Dalam riset kebahasaan komunikator adalah pesan tidak hanya dalam bentuk kata – kata saja. Salah satu aspek yang tidak kalah penting adalah apa yang disebut non verbal comunication atau dikenal juga dengan istilah silent language. 

Proses komunikasi ini terjadi melalui body language seperti eksperesi wajah, gerakan mata, kostum, pakaian dan lain – lain.
Kualitas komunikasi dan saling pengewrtian dan ditentukan oleh tingkat penghargaan dan kepentingan komunikan terhadap komunikator maupun terhadap pesan. Adaklanya komunikasi massa tidak dapat berlangsung hanya dengan mengandalkan komponen media, penyebaran dan audiens. Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berpikir. 

Dalam hubungan antarmanusia arti dan maksud lambang serta simbol dapat langsung ditangkap. Oleh sebab itu, penggunaan simbol dapat dikatakan sebagai ciri khas manusia. Sekalipun demikian penggunaan tanda, simbol dan lambang oleh manusia dalam kegiatan komunikasi tidak terjadi begitu saja. Terlebih dalu harus ada proses pemebelajaran yaitu upaya pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang – lambang tersebut. Penggunaan lambang dalam komunikasi mencerminkan penguasaan makna atas proses pembelajaran.

Pemaknaan terhadap dunia lambang atau tanda pada tingkat yang paling rendah adalah pemaknaan secara lugas. Apabila sebuah lambang mempunyai makna yang meluas upaya pemaknaannya harus dilakukan dengan mencari hakikatnya. Perluasan dan verifikasi makna atas sebuah lambang, simbol tanda mungkin disebabkan oleh penggunaanya dalam konteks yang berbeda- beda.

Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang timbul dapat diklasifikasikan menurut kadarnya yaitu:
Ø Dampak Kognatif
Adalah dampak yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu meningkat intelektualitasnya. Disini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan.

Ø Dampak Afektif
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognatif. Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu tetapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu, misalnya persaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.

Ø Dampak Behavior
Dampak ini paling tinggi kadarnya, yaitu dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk perilaku tidakan atau kegiatan.


Sumber referensi  :

PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

FAKTOR – FAKTOR YANG MENUNJANG KARIR

Siapa yang tidak ingin memiliki karir sukses dan penghasilan meroket. Pekerjaan anda, merupakan salah satu tolak ukur dari seberapa sukses karir yang anda jalani saat ini. Tidak semua pekerjaan berjalan mulus, ya, itu pasti. Segala hal tentu memiliki tingkat permasalahan yang berbeda. Tapi bagaimana anda mengatasinya, itulah yang akan menentukan karir anda kedepannya.

Faktor - faktor yang menunjang dalam karir :

1. Penampilan




Tidak dipungkiri, bahwa penampilan merupakan salah satu aset pendukung bagi karir anda. Beberapa perusahaan besar, memasukkan kriteria satu ini bagi si calon pelamar. Berpenampilan menarik tidak selalu diartikan bahwa seseorang itu harus berkulit putih, berbadan tinggi semampai, dan memiliki wajah seperti bayi alias baby face. Melainkan, yang terpenting adalah rapi, bersih, dan nyaman untuk dilihat.


2. Sosialisasi
Sosialisasi merupakan salah satu cara bergaul seseorang dalam memperbanyak teman bahkan keluarga baru. dengan cara bergaul pastinya anda dapat dengan mudah dalam mendapatkan link suatu karir dibidang yang anda inginkan. Relasi yang baik, juga mempermudahkan anda dalam kelancaran karir anda.

3. Pengalaman
ya setiap orang haruslah mempunyai pengalaman atau suatu keahlian pada dirinya sendiri. sperti Ungkapan yang pernah mengatakan "Pengalaman adalah Guru besar dalam hidup anda".  pendidikan yang tinggi akan menjadi kekuatan yang besar bila dibarengi dengan sebuah pengalaman yang anda miliki

4. Disiplin
  
Tidak banyak orang yang memiliki kriteria satu ini. Disiplin memang sulit, karena anda dituntut untuk selalu disiplin waktu, disiplin tempat, dan disiplin pekerjaan. Disiplin waktu bisa anda aplikasikan dengan cara datang tepat pada waktunya, dan tidak meninggalkan pekerjaan anda di waktu yang tidak tepat. Disiplin tempat, mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan sesuai porsinya. Sedangkan disiplin pekerjaan, senatiasa bersikap profesional dan memiliki rasa tanggung jawab yang penuh terhadap pekerjaan itu.


5. Percaya Diri

banyak sekali didunia ini kita menemukan orang-orang yang tidak Percaya Diri atau yang disebut (PD), padahal Percaya Diri merupakan hal yang sangat dibutuhkan seseorang dalam menjalankan karir nya, kebanyakan dari sebagian orang takut karena mempunyai latar belakang pendidikan yang tidak bergelar. hey banyak orang didunia ini yang cacat tapi masih berjuang hidup dalam setiap waktunya, masa kita yang sehat kalah dengan orang-orang itu malu dong sama kucing meong-meong-meong, tingkatkan faktor kepedean kalian dengan cara bergaul yang baik dan berinteraksi yang baik, ntah itu diorganisasi ataupun diluar organisasi. percaya deh karir lo bakal mulus dengan lo mempunyai kepedean.

6. Tidak Terpau dalam Satu Hal
Jangan pernah berhenti mencari peluang. dari sebagian manusia merasa puas atas hasil yang dimilikinya sekarang,  berarti orang tersebut bukanlah orang yang ambisius melainkan seseorang yang lebih kepada apa adanya. Tapi yakinlah ada kesuksesan lain yang menanti anda. jika anda pitar dalam memanfaatkan peluang tersebut anda tak hanya memberikan kesuksesan pada diri anda tapi memberikan juga peluang bagi kesuksesan orang lain

7. Rendah Hati
Setinggi-tingginya karir anda, dan sebanyak-banyaknya harta yang anda miliki, tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh Tuhan. Jadi, berhentilah menyombongkan diri sebelum Dia mengambil apa yang telah menjadi milik anda.

Senin, 26 Maret 2018

JENIS - JENIS KOMUNIKASI YANG DIBUTUHKAN DALAM BISNIS

Komunikasi sangat penting bagi setiap orang tanpa terkecuali, manusia yang memiliki peranan sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan komunikasi sebagai bentuk interaksi dua arah untuk dua orang ataupun lebih. Komunikasi yang  merupakan suatu proses penyampain informasi dan bagaimana setiap orang menginterpretasikanya. Komunikasi akan efektif apabila maksud dari pemberi informasi sampai dengan benar atau dapat ditangkap oleh penerima informasi satu sama lain.

Manusia yang pada dasarnya adalah makhluk individu dan makhluk sosial tidak akan sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam proses berkomunikasi, karena memang kita telah melakukan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa jenis komunikasi yang didasarkan dari beberapa hal, berikut merupakan jenis-jenis komunikasi.
Setiap orang pasti selalu berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya karena manusia selain sebagai mahluk individu juga sekaligus sebagai makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dapat terampil dalam berkomunikasi. Oleh karena itu perlu dikenali berbagai cara penyampaian informasi. Seharusnya tidak terlalu sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi, karena pada dasarnya kita telah melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari. 
Komunikasi menurut cara penyampaian :

1.     Komunikasi Lisan
o    Yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog diantara 2 orang, wawancara, rapat, dan sebagainya.
o    Yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon, email, dan sebagainya.
2.    Komunikasi tertulis
o    Yang dialkukan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.
o    Naskah, biasanya digunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
o    Blangko-blangko, digunakan untuk mengirim berita dalam suatu daftar.
o    Gambar dan foto, bila tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
o    Spanduk, yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang yang lebih banyak (massa).
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga memikirkan resiko dari komunikasi secara tertulis itu, misalnya aman, dapat dipahami, dan menimbulkan pengertian yangberbeda dari yang dimaksud.
Komunikasi menurut Perilaku :

Komunikasi dipelari oleh manusia melalui proses kehidupannya, melaui belajar, bersosial dan lain sebagainya yang tentunya akan secara otomatis dipengaruhi oleh perilaku dan posisi seseorang didalam masyarakat, berikut merupakan jenis komunikasi menurut perilakunya:

l. Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
2. Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
3. Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.
Maka dapat diketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.

Komunikasi menurut maksud komunikasi : 

Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
·         Pidato
·         Ceramah
·         Memberi prasaran
·         Wawancara
·         Memberi perintah atau tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemafipuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

Komunikasi menurut ruang lingkup : 

1.      Komunikasi Internal.
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja (komunikasi yang dilakukan orang dalam). Didalamnya komunikasi internal dibagi lagi menjadi 3 macam yaitu:
·        -  Komunikasi vertikal
·         - Komunikasi horizontal, dan
·         - Komunikasi diagonal 


2.     Komunikasi Eksternal.
Komunikasi eksternal merupakan komunikasi yang berlangsung antara organisasi kepada pihak masyarakat yang ada di luar organissi atau perusahaan tersebut.
Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
1.     Eksposisi, pameran, promosi, publikasi, dan sebagainya.
2.     Komperensi pers
3.     Siaran televise, radio, dan sebagainnya.
4.     Bakti social, pengabdian pada masyarakat, dan sebagainnya.
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian, kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat luas sehingga pihak yang berkepentingan dapat berkontribusi terhadap perusahaan sekaligus daerahnya.
Komunikasi Menurut jaringan kerja : 
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan terlaksana menurut sistem yan diterapkannya dalam jaringan kerja

*Komunikasi jaringan kerja ini dibedakan menjadi :
- Komunikasi jaringan rantai
Komunikasi terjadi menurut jaringan hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
- Komunikasi jaringan lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Merupakan kebalikan dari komunikasi jaringan rantai
- Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.
Komunikasi menurut peranan individu : 
Komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
·         Komunikasi antar individu dengan individu yang lain.
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
·         Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas.
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

·         Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.
Dalam komunikasi ini individu berperanan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

sumber referensi : 



Sisa Hasil Usaha (SHU)

SISA HASIL USAHA (SHU) SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, ...