PENAMPILAN
DALAM BERKOMUNIKASI
A . Gaya Hidup
Sesungguhnya dunia
usaha atau bisnis dan lingkungan kantor dimana kita berada adalah pantulan dari
diri kita. Pandangan dan anggapan kita terhadap diri sendiri adalah modal atau
landasan yang menentukan kita bersikap, bertindak berpikir dan berkomunikasi dam
kehidupan ini. Apabila kita tidak menyukai, membenci diri kita sendiri,maka
kita pun membenci dan tidak menyukai orang lain begitu juga bila kita mencintai
diri kita dan berbahagia dengan diri kita maka akan terasa betapa indahnya
kehidupan ini. Jadi apabila kita berbahagia, ceria, banyak hal-hal negatif
berubah menjadi positif.
Sikap serta gaya hidup seseorang menjadi salah satu hal yang akan menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
Sikap serta gaya hidup seseorang menjadi salah satu hal yang akan menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
B. Mengatur Waktu
Waktu
adalah paradoks, bagi orang-orang sibuk yang tidak pernah merasa cukup waktu
padahal keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah
komoditi yang lentur dan terus-menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana
mendapatkan “waktu lebih” tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan
lebih berarti dan lebih memuaskan.
Agar
tetap dapat memusatkan perhatian pada aktivitas, diperlukan cara yang efektif
dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas yaitu dengan menyusun daftar
aktivitas. Dalam menyusun daftar aktivitas berilah urutan prioritas pada
setiap aktivitas untuk membantu menentukan hal-hal yang penting terlebih
dahulu, karena hanya aktivitas penting yang akan menghasilkan sesuatu.
Padada dasenya mengatur skala prioritas tidak sulit, pertama-tama tentukan
tujuan, kemudian tentukan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan terrsebut yaitu tujuan yang ditempatkan pada skala prioritas
tertinggi. Bila telah terbiasa melakukan hal-hal yang penting terlebih
dahulu, maka dapat dirasakan betapa mudahnya mengatur waktu dan ternyata cukup
waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses.
Untuk mengambil waktu dan melaksanakan
jadwal kerja tidak dapat diselesaikan sendiri, karena akan melibatkan orang
lain. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
- Dengarkan
agar tetap pada jalur
- Tentukan
tujuan dengan mempertimbangkan situasi yang favorable
- Jangan
terburu-buru dalam memberikan petunjuk atau intruksi
- Buatlah
memo-memo singkat dan tepat agar dapat mendapat hasil yang diharapkan
- Bila
ragu-ragu cari sumbernya
- Hindari
sikap hiper-responsif
C. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG MENUNJANG KARIER
1.
Job description sebagai
pegangan: Seseorang harus selalu bekerja atas
dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.
2.
Memiliki keterampilan dasar atau basic
skill yang prima: Pengetahuan dasar (basic skill) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara
terus. Ketrampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan
ketelitian.
3.
An iron will in the velvet voice: Di dalam pemakaian bahasa lisan harus diyakini bahwa “suara”
mempunyai pengaruh yang besar. Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan
kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.
4.
Agenda kerja: Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang
harus dilakukan oleh atasan kita.
5.
Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan
rekan-rekan: Royalitas dengan rekan-rekan membantu
menggalang persatuan.
6.
Interpersonal skill: berbekal keyakinan agama, moral etika bisnis dan social psychology, kita
akan mampu bersikap dewasa, berperilaku sopan bijaksana, sensitive dan luwes
untuk beradaptasi dengan orang lain.
7.
Wawasan: Biasakan banyak membaca dan tumbuhkan sikap bahwa membaca adalah kebutuhan
agar otak semakin terlatih dan membuat lebih berguna serta sudut pandang
menjadi lebih luas.
D. Penampilan Serasi
Untuk berkomunikasi
secara baik, ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan berkomunikasi.
Selain kemampuan membuat ide atau gagasan, situasi dan pihak-pihak yang
terkait, penampilan juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan
komunikasi. Penampilan yang menarik, segar, dan serasi akan turut menunjang
suksesnya berkomunikasi dengan orang lain.
5.
Lambang – Lambang dalam Komunikasi
Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya
mengoperasionalkan bibir atau suara tetapi mengoperasionalkan seluruh
kepribadian orang tersebut secara total. Semakin pandai berkomunikasi semakin
lengkap mengoperasionalkan lambang – lambang yang dapat diciptkan dari gerakan
anggota badan.
Dibawah ini akan di ungkapkan:
Dibawah ini akan di ungkapkan:
Ø Lambang Gerakan Tubuh dan Gerakan
Badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakan tangan jari – jari, bahkan bola matanya baik itu secara bersama – sama maupun secara bergantian hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakan tangan jari – jari, bahkan bola matanya baik itu secara bersama – sama maupun secara bergantian hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.
Ø Lambang Gambar dan Huruf serta
Angka – Angka
Bila kita sedang berada di jalan umum kita banyak jumpai rambu – rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar – gambar.
Bila kita sedang berada di jalan umum kita banyak jumpai rambu – rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar – gambar.
Ø Lambang Benda – Benda tertentu
Seseorang yang menyampaikan ras simpati dengan mengirimkan setangkai bunga mawar atau dalam mengucapkan berduka cita pasti orang – orang akan kirimkan karangan bunga.
Riset komunikasi biasanya tertuju pada
empat aspek dalam proses komunikasi yaitu komunikator, pesan, saluran, dan
audiens. Dalam riset kebahasaan komunikator adalah pesan tidak hanya dalam
bentuk kata – kata saja. Salah satu aspek yang tidak kalah penting adalah apa
yang disebut non verbal comunication atau dikenal juga dengan istilah silent
language.
Proses komunikasi ini terjadi melalui body language seperti eksperesi
wajah, gerakan mata, kostum, pakaian dan lain – lain.
Kualitas komunikasi dan saling pengewrtian dan ditentukan oleh tingkat penghargaan dan kepentingan komunikan terhadap komunikator maupun terhadap pesan. Adaklanya komunikasi massa tidak dapat berlangsung hanya dengan mengandalkan komponen media, penyebaran dan audiens. Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berpikir.
Kualitas komunikasi dan saling pengewrtian dan ditentukan oleh tingkat penghargaan dan kepentingan komunikan terhadap komunikator maupun terhadap pesan. Adaklanya komunikasi massa tidak dapat berlangsung hanya dengan mengandalkan komponen media, penyebaran dan audiens. Setiap orang menggunakan lambang dan simbol tanpa banyak berpikir.
Dalam hubungan antarmanusia arti dan
maksud lambang serta simbol dapat langsung ditangkap. Oleh sebab itu,
penggunaan simbol dapat dikatakan sebagai ciri khas manusia. Sekalipun demikian
penggunaan tanda, simbol dan lambang oleh manusia dalam kegiatan komunikasi
tidak terjadi begitu saja. Terlebih dalu harus ada proses pemebelajaran yaitu
upaya pengenalan dan pemaknaan serta penggunaan lambang – lambang tersebut.
Penggunaan lambang dalam komunikasi mencerminkan penguasaan makna atas proses
pembelajaran.
Pemaknaan terhadap dunia lambang atau tanda pada tingkat yang paling rendah
adalah pemaknaan secara lugas. Apabila sebuah lambang mempunyai makna yang
meluas upaya pemaknaannya harus dilakukan dengan mencari hakikatnya. Perluasan
dan verifikasi makna atas sebuah lambang, simbol tanda mungkin disebabkan oleh
penggunaanya dalam konteks yang berbeda- beda.
Yang penting dalam komunikasi ialah bagaimana caranya agar suatu pesan yang
disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada
komunikan. Dampak yang timbul dapat diklasifikasikan menurut kadarnya yaitu:
Ø Dampak Kognatif
Adalah dampak yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu meningkat intelektualitasnya. Disini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan.
Adalah dampak yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu meningkat intelektualitasnya. Disini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan.
Ø Dampak Afektif
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognatif. Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu tetapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu, misalnya persaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Dampak ini lebih tinggi kadarnya daripada dampak kognatif. Disini tujuan komunikator bukan hanya sekedar upaya komunikan tahu tetapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu, misalnya persaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Ø Dampak Behavior
Dampak ini paling tinggi kadarnya, yaitu dampak yang timbul pada komunikan
dalam bentuk perilaku tidakan atau kegiatan.
Sumber referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar