Selasa, 27 Maret 2018

PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

LAMBANG-LAMBANG DALAM BERKOMUNIKASI

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, lambang merupakan tanda (lukisan, perkataan, lencana dan sebagainya) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu. Menurut Ensiklopedia, lambang adalah suatu tanda atas dasar kesepakatan atau persetujuan bersama (meliputi juga semboyan dan kata-kata sandi) serta berbagai tanda umumnya.

Sedangkan komunikasi  adalah suatu proses kegiatan penyampaian warta/pesa/berita yang mengandung arti dari satu pihak ke pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian

Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin akan behenti berkomunikasi. Dalam berinteraksi manusia menggunakan  simbol atau lambang khusus untuk menyatakan suatu maksud tertentu. Lambang-lambang bahasa, baik lisan maupun tulisan disebut lambang verbal.  Lambang-lambang lainnya yang bukan bahasa disebut lambang non verbal.
Penggunaan simbol dalam komunikasi bisa sangat signifikan. Penggunaannya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pictograph yang terukir pada temuan dari zaman purbakala adalah bukti otentiknya. Tentu penggunaan simbol mengalami banyak perubahan dari zaman ke zaman, kalo dulu manusia menggunakan hieroglyph sekarang kita menggunakan emoji.
Terdapat dua komponen penting dalam mempelajari symbolic communication yaitu: Tanda dan Makna.
Tanda adalah sesuatu yang bersifat fisik dan dapat dipersepsi oleh indera kita.
Makna adalah hasil dari penandaan. Makna bukanlah konsep yang mutlak dan statis sebab pemaknaan dapat berubah karena banyak faktor. Misalnya karena perbedaan konteks, perubahan zaman, latar belakang, pengalaman atau bahkan mood dari pemberi makna dsb. Contoh: warna merah dapat dimaknai sebagai amarah, dalam konteks yang berbeda, warna merah dapat berarti berani.
Kita menggunakan simbol dalam berkomunikasi agar pesan yang kita sampaikan jelas dan dapat ditangkap sepenuhnya oleh penerima pesan. Simbol-simbol  ini dapat membuat penerima pesan memahami pesan yang disampaikan.
1.                 Lambang Gerak, merupakan lambang yang menggunakan anggota badan. Misalnya, menunjuk, artinya menunjuk sesuatu hal, menggeleng, artinya tanda tidak setuju, mengangguk, tanda setuju, melambai, tanda memanggil seseorang, dan lain sebagainya.

2.                 Lambang Suara, lambang suara merupakan lambang yang menggunakan pendengaran, misalnya mendengarkan radio, sirene ambulan, bel masuk sekolah, menangis, berteriak, dan lain sebagainya.

3.                 Lambang Warna, merupakan lambang yang menggunakan warna-warna. Misalnya warna kuning, hijau, merah, pada lampu lalu lintas memiliki arti yang berbeda. Warna lingkaran pada kotak obat juga memiliki arti yang berbeda, ada yang berwarna hijau, merah, dan biru pada kotak obat menandakan sifat obat yang berbeda.

4.                 Lambang Gambar, lambang gambar adalah lambang yang menggunakan gambar-gambar untuk menunjang proses komunikasi. Contohnya iklan pada surat kabar, rambu-rambu lalu lintas, poster pada jalan raya dan lain sebagainya.
5.                 Lambang Bahasa, merupakan lambang komunikasi yang menggunakan bahasa, baik bahasa lisan, maupun tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dilisankan (diucapkan), contohnya orang yang berbicara. Adapun lambang tertulis adalah lambang berbentuk tulisan.

6.                 Lambang Huruf, lambang huruf adalah lambang yang menggunakan huruf. Contohnya menulis surat pasti membutuhkan gabungan baik huruf  untuk membentuk kalimat pada surat.

7.                 Lambang Angka, lambang angka merupakan lambang yang menggunakan angka-angka. Misalnya penggunaan alat hitung seperti meteran, timbangan, dan lain sebagainya.
Lambang komunikasi dibagi menjadi dua yaitu lambang komunikasi umum dan lambang komunikasi khusus. Lambang komunikasi umum dibagi lagi menjadi empat bagian yaitu:
  • Mimik
  • Gerak-gerik
  • Suara
  • Bahasa, baik lisan atau tulisan
Lambang-lambang tersebut adalah tanda penyampaian isi pernyataan yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dengan menggunakan lambang-lambang tersebut maka lawan bicara atau komunikan akan mengerti maksud dari hasil kerja akal dan budi si komunkator.
Di samping lambang komunikasi umum juga terdapat lambang komunikasi khusus yang juga akan digunakan dalam situasi dan kondisi yang khusus juga. Misalkan dalam suatu produksi film lambang komunkasi khusus yang biasa digunakan adalah tata rias, tata cahaya, dekorasi, dll yang jika digunakan lambang-lambang tersebut pasti mengandung pesan tertentu.
Contohnya, jika tata cahaya disetting redup berarti film itu menyampaikan bahwa suasana pada durasi film saat itu sedang temaram, galau, sedih atau mencekam.
Contoh penggunaan lambang komunikasi khusus lainnya bisa diambil dilihat ketika kita berkendara di jalan raya. Di sana terlihat banyak papan rambu-rambu lalu lintas yang berbeda-beda. Setiap gambarnya menunjukan arti isi pernyataan yang berbeda-beda juga.
Kita bisa menggabungkan jenis simbol yang berbeda tersebut utuk mengilustrasikan konsep yang kompleks dengan cepat dan mudah. Ungkapan sederhana seperti “Oh” dapat memiliki arti yang kompleks jika digabungkan dengan tone dan body language yang berbeda.
Namun perlu diperhatikan, perbedaan latar belakang budaya dapat membuat sebuah lambang memiliki makna yang berbeda. Sebuah simbol tidak mewakili sebuah makna dengan sendirinya. Manusialah  yang memberikan pemaknaan terhadap symbol-simbol tersebut. Interpretasi terhadap sebuah simbol bisa berbeda tergantung dari konteks, subkonteks dan sejarah simbol tersebut dalam lingkungan tertentu.
Dalam ilmu komunikasi dikenal adanya teori interaksi simbolik. Teori ini memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Teori ini menjelaskan mengenai hubungan antara simbol dan interaksi.
Semua bentuk komunikasi bersifat simbolik dan berdasarkan pada interaksi dan makna.  Asumsi utama dari teori ini adalah:
·         Makna: Manusia berinteraksi dengan lingkungannya berdasarkan pada makna yang diberikan pada setiap elemen di lingkungan tersebut. Interaksi simbolik meyakini bahwa pemaknaan merupakan aspek central dari prilaku manusia.
·         Bahasa: Bahasa memberikan manusia kemampuan untuk memaknai suatu simbol. Manusia mengidentifikasikan makan melalui Bahasa yang dipahaminya bersama dengan orang lain.
·         Pikiran: Pikiran memungkinkan seseorang memodifikasi interpretasi terhadap simbol. Cara seseorang menginterpretasikan suatu simbol bisa berbeda dari orang lainnya.
Dengan menggunakan simbol kita bisa menyampaikan dan menerima makna makna yang jelas dan mendalam dalam sebuah komunikasi. Komunikasi melalui simbol juga kita temui dalam bentuk karya seni seperti lukisan, patung, musik dan tarian. Tekstur, bentuk, pencahayaan, tata rias, gerakan, semuanya memiliki makna meski tanpa adanya kata-kata.
Sumber referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sisa Hasil Usaha (SHU)

SISA HASIL USAHA (SHU) SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, ...