Minggu, 29 April 2018

REVISI PESAN-PESAN

REVISI PESAN BISNIS


Setelah tahapan perencanaan, pengorganisasian dan pembuatan pesan-pesan bisnis dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan (revisi) terhadap pesan-pesan bisnis..Revisi ( Perbaikan ) pesan merupakan tahap terakhir dalam proses penyusunan pesan bisnis. Pada tahap ini, dilakukan kegiatan menyunting (editng), menulis ulang pesan dan mencetak pesan. Tahap revisi itu perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pesan yang direncanakan dan disusun sudah bebas dari kesalahan.

Beberapa hal yang harus ditelaah ulang adalah isi maupun pengorganisasiannya, gaya bahasa yang dipakai, susunan bahasanya serta format penulisannya. Untuk penggunaan kata hendaknya memilih kata yang sudah dikenal, singkat dan menghindari kata-kata yang bermakna ganda.

Revisi sangat diperlukan agar pesan bisnis yang telah direncanakan dan dibuat dapat sesuai dengan yang dikehendaki. Revisi ini berlaku terhadap seluruh komunikasi ‘menulis’, maupun untuk komunikasi ‘berbicara’ terutama yang memerlukan persiapan tertulis seperti presentasi.

A. Menyunting Pesan (Editing)

Setelah naskah pertama selesai, kebanyakan orang menganggap pekerjaan menyusun pesan telah selesai dan mulai beralih ke pekerjaan lainnya. Hal yang sesungguhnya tidaklah demikian. Menyusun pesan bisnis memerlukan proses yang dilakukan dengan hati-hati. Draft pesan yang telah selesai harus ditelaah ulang ( review) da diperbaiki lagi, baik dari sudut isi amupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi, serta format penulisannya.

1. Revisi Isi, Organisasi, Gaya Penulisan, dan Format.

Idealnya,naskah pertama dibiarkan selama beberapa saat sebelum memulai proses penyuntingan. Evaluasi dimulai dengan membaca secara cepat dan memusatkan perhatian pada isi, organisasi, dan format pesan. Draft pesan dibandingkan dengan rencana semula. Pertanyaan-pertanyaan berikut bias dijadikan pedoman dalam melakukan evaluasi terhadap isi, organisasi dan format pesan:

ü Apakah kita telah memasukkan butir-butir pesan dengan urutan yang logis?
ü Apakah ada keseimbangan yang baik antara yang umum dan yang khusus?
ü Apakah pokok pikiran yang paling penting telah memperoleh porsi yang cukup?
ü Apakah kita telah memberikan fakta-fakta pendukung dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap fakta-fakta yang ada?
ü Apakah lebih meyakinkan bila pesan diatur dalam susunan yang berbeda?
ü Apakah kita ingin menambahkan informasi yang baru?

Bagian awal dan akhir memiliki dampak yang paling besar bagi penerima. Pastkan bahwa bagian awal relevan, menarik dan sesuai dangan kemungkinan reaksi penerima. Bagian akhir dikain ulang untuk memastikan bahwa gagasan pokok telah dirngkas dengan baik dan memberikan kesan positifpada penerima.

Setelah kita merasa yakin dengan isi dan organisasi dari pesan bisnis kita, selanjutnya kita perlu memperhatikan gaya penulisan. Apakah gayanya sudah menimbulkan nada yang sesuai dangan peristiwa? Untuk memastikan kemudahan pembacaan, periksa kembali kosa kata, panjang kalimat dan paragraph dan struktur kalimat. Perlu dicari kemungkinan-kemungkinan pesan lebih menarik melalui penggunaan kata-kata dan ungkapan yang lebih kuat dan bersemangat.

2. Pemilihan Kata yang Tepat

Dalam menyampaikan pesan bisnis, peranan kata menjadi sangat penting artinya. Penggunaan kata yang sama sekali tidak diketahui atau sangat asing bagi audiens, bukan saja pemborosan atau membuang waktu, tetapi yang lebih penting dari itu adalah penyampaian maksud komunikasi menjadi terganggu. Ada beberapa yang perlu dicermati sehubungan dengan pemilihan kata dalam sebuah pesan bisnis.

ü Pilihlah kata yang sudah dikenal oleh audiens.
ü Pilihlah kata-kata yang singkat (efisien).
ü Hindari kata-kata yang bermakna ganda.

3. Penggunaan Kalimat yang Efektif

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi dua syarat berikut:

ü Mampu mewakili pikiran atau perasaan pembicara atau penulissecara tepat.
ü Mampu menimbulkan pengertian yang sama tepat dalam pikiran atau perasaan pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembicara atau penulis.

Jika kedua syarat ini dipenuhi maka kemungkinan terjadinya salah paham antara mereka yang terlibat dalam komunikasi dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Untuk menciptakan sebuah kalimat yang efektif ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: kesatuan gagasan, kepaduan yang baik, penekanan, variasi, paralelisme, dan penalaran.

Kesatuan gagasan di sini diartikan sebagai adanya satu atau lebih pokok pikiran. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh Subjek, predikat dan plus/minus objek. Kesatuan yang diwakili oleh subjek, predikat dan plus/minus objek itu dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan.
Contoh:

ü Semua karyawan perusahaan tersebut mendapat penjelasan tentang sistem penggajian yang baru (Kesatuan Tunggal)
ü Ia bekerja di unit keuangan pada perusahaan itu, tetapi ia merasa kurang cocok di bagian keuangan (Kesatuan yang mengandung pertentangan)
ü Kita boleh menyusul saya ke tempat itu, atau tinggal saja di sini
(Kesatuan Pilihan).

Kepaduan yang baik adalah hubungan timbal-balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Ada bagian kalimat yang memiliki hubungan yang lebih erat sehingga tidak boleh dipisahkan, ada yang lebih renggang kedudukannya sehingga boleh ditempatkan di mana saja, asal jangan disisipkan antara kata-kata atau kelompok kata yang rapat hubungannya.
Contoh:

ü Adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi, dengan sekuat tenaganya (Kepaduan yang baik)
ü Adik saya yang paling kecil memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di kebun anjing (Kepaduan tidak baik)

B. Menulis Ulang Pesan
Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut menulis yang ada hanya menulis ulang” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan kesalahan berikut:
1. Hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya
2. Tidak melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
3. Mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Telah disampaikan bahwa dokumen bisnis dapat meningkatkan citra perusahaan. Dokumen yang ditulis ulang umumnya lebih mantap dan kuat. Namun perhatian dan waktu yang digunakan untuk melakukan perbaikan kata dan kalimat hendaknya disesuaikan dengan batasan waktu (dead line).
Ketika menulis ulang, perhatian ditunjukkan pada setiap kata yang memberikan kontribusi pada kalimat yang efektif dan pengembangan kalimat agar menjadi paragraph yang bertaliansecara logis. Banyak dokumen bisnis membengkak karena menggunakan kata-kata dan ungkapan yang tidak perlu. Bagian-bagian yang mengganggu sebaiknya dihilangkan atau dihapus, tentunya setelah terlebih dahulu menyimpan arsip versi sebelumnya.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik dokumen bisnis kemungkinan akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen menjadi lebih ringkas, mantap dan kuat.


C. Memproduksi Pesan

Setelah puas memproduksi pesan, organisasi, gaya , kemudahan dibaca, pilihan kata, pengembangan paragraf dan menulis ulang pesan, proses pembuatan pesan belum selesai. Draft ditulis ulang dengan baik atau diketik secara manual atau elektronis.
Pada masa sekarang ini, sebagian besar dokukmen bisnis dipsroduksi menggunakan computer. Berbagai aplikasi bias dipergunakanuntuk membuat desain agar pesan lebih menarik. Misalnya Ms. Word, desktop publishing, photoshop, dan lain-lain.
Desain pesan yang efektif akan member pedoman kepada pembaca dalam menyimak seluruh isi dokumen. Desain yang menarik belum tentu efektif. Oleh karena itu, desain yang menarik dan efektif menjadi sasaran penting dalam memproduksi pesan.
Agar desain pesan bisnis efektif, perlu diperhatikan hal-hal berikut:

ü Konsistensi
Pemakaian desain yang konsisten dalam seluruh isi dokumen untuk elemen desain yang muncul berulang-ulang. Misalnya, penggunaan margin, jenis huruf, besar huruf, spasi dan garis.

ü Seimbang
Supaya desain terlihat menyenangkan,perlu dijaga keseimbangan ruang antara teks, gambar dan ruang kosong.

ü Terkendali
Desain diusahakan sederhana. Terlalu banyak elemen desain atau terlalu banyak sentuhan dekoratif akan menyebabkan dokumen terlihat kacau.

ü Rincian
Desain yang baik akan memberi kemudahan bagi pembaca untuk mencari rincian pesan. Rincian pesan ingin ditampilkan akan mempengaruhi desan.

D. Mencetak Pesan

Setelah menyusun pesan dari awal sampai akhir, langkah terakhir adalah mencetak pesan. Tekhnologi layar computer saat ini memang sudah WYSWYG (What you see is what you get). Namun, mencetak dokumen diatas kertas perlu dilakukan untuk memastikan marjin, penampilan, kebenaran nomor halaman, judul, gambar, dan rincian lainnya.

Mencetak dokumen yang belum final (Proof sheet) dengan printer dapat dilakukan menggunakan pilihan print quality yagn lebih rendah (economode) untuk menghemat toner atau tinta. Membaca cetakan percobaan (proof reading) dilakukan untuk memeriksa kebenaran seluruh isipesan, organisasi, penulisan, format, dan desain. Setelah puas, pesan dicetak kembali dengan pilihan best quality dan selanjutnya didistribusikan kepada penerima.

SUMBER : 

PERORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS

PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK
Bagaimana mengorganisasi pesan-pesan bisnis yang baik?. Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi maupun praktis bagi para audiens. Ada empat hal yang perlu diperhatikan untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik :
1.     Subjek dan tujuan haruslah jelas
2.     Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan
3.     Ide-ide harus dikelompokan dan disajikan dengan cara yang logis.
4.     Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.
Apa manfaat pengorganisasian yang baik ?. Suatu pesan yang disusun dengan baik akan membantu antara lain :
1.     Membantu Audiens Memahami Suatu Pesan
Audiens akan mudah memahami maksud / tujuan pesan jika kita mengemukakan poin penting secara jelas dan menyusun ide secara logis
1.     Membantu Audiens Menerima Suatu Pesan
Maksudnya adalah membantu audiens dalam memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat menerima isi pesan tersebut.
1.     Menghemat Waktu
Apabila suatu pesan tidak terorganisasi dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu auidiens. Dengan hanya menyampaikan informasi yang relevan, waktu audiens akan dapat dihemat, selain itu juga dapat dengan mudah mengikuti alur pemikiran pesan yang disampaikan.
1.     Mempermudah Pekerjaan Komunikator
Pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat waktu. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia bisnis, agar pekerjaan berjalan dengan baik, cepat, dan efisien.
PENULISAN DIRECT REQUEST
A. ORGANISASI DIRECT REQUEST
Ketika audience mulai tertarik dengan apa yang disampaikan atau paling tidak mau bekerja sama dengan komunikator, pesan-pesan sebaiknya disampaikan melalui pendekatan langsung atau deduktif. Pada bagian awal, sajikan permintaan atau ide pokok diikuti dengan fakta-fakta yang perlu secara rinci, selanjutnya diikuti dengan suatu pernyataan yang ramah melalui tindakan yang diinginkan. Pendekatan ini akan berjalan dengan baik jika permintaan yang disampaikan tidak memerlukan taktik khusus atau persuasi
Organisasi Direct Request mencakup :
1. Pembukaan
Aturan umum untuk bagian pertama dari suatu direct request adalah menulis yang tidak hanya sekadar dipahami, tetapi juga untuk menghindari kesalahpahaman. Oleh sebab itu, pada kalimat permulaan Kita harus menyatakan permintaan secara lebih khusus yang memungkinkan pembaca dengan mudah memahami maksud isi surat tersebut.
2. Penjelasan Rinci
Untuk menjadikan penjelasan terhadap hasil perkembangan kata-kata pembuka lebih lancar, kita perlu membuat kalimat pertama untuk bagian pertengahan surat yang kita buat dengan berorientasi pada pemberian manfaat bagi pembaca. Pendekatan lain yang mungkin dapat diterapkan untuk bagian pertengahan adalah membuat serangkaian pertanyaan terutama jika permintaan kita menyangkut perlengkapan yang sangat kompleks.
3. Penutup
Bagian penutup surat sebaiknya diisi dengan suatu permintaan beberapa tanggapan khusus, lengkap dengan batas waktunya, dan ekspresi terhadap apresiasi ataupun pemberian goodwill. Dan untuk mempermudah pembaca, cantumkan beberapa informasi penting seperti nomor telepon, jam kerja, dan petugas yang dapat dihubungi.
B. PERMINTAAN INFORMASI RUTIN
Surat permintaan rutin layak untuk memperoleh perhatian secara bijaksana. Dalam organisasi, memo, dan surat surat seperti itu dikirim ke ratusan bahkan ribuan karyawan, konsumen, klien, dan para pemegang saham. Surat permintaan rutin mempunyai potensi untuk membentuk suatu kesan positif atau citra yang baik bagi suatu organisasi perusahaan.
Dalam kaitannya dengan direct request, maka permintaan dapat berasal dari dalam maupun dari luar organisasi bisnis.
1. Permintaan di Dalam Organisasi
Meskipun suatu permintaan dapat saja dilakukan secara lisan, namun beberapa pesan permintaan dapat dibuat lebih permanen dalam bentuk tertulis, seperti memo.
2. Permintaan ke Luar Organisasi
Sebagai seorang pelaku bisnis tentunya perlu berkomunikasi dengan para pelanggan, pemasok, dan perusahaan lain untuk berbagai keperluan bisnis. Selain itu, banyak surat-surat yang harus dikirim ke luar organisasi (perusahaan) untuk memperoleh berbagai informasi penting, seperti informasi produk baru, katalog, tabloid atau majalah dan lain lain.
C. MENULIS DIRECT REQUEST UNTUK ADUAN
Istilah surat aduan (claim letter) dan surat penyesuaian (adjustment letter) yang berkaitan dengan ketidakpuasan konsumen terhadap suatu produk atau jasa, bagi kebanyakan orang adalah kata-kata yang kurang menyenangkan. Kedua istilah itu sangat penting artinya bagi manajer suatu organisasi, khususnya dalam kaitannya dengan indikasi bagaimana pelayanan terhadap konsumen.
Dalam penulisan surat aduan perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain :
1. Jelaskan masalah yang kita hadapi secara rinci.
Apa yang menjadi masalah atau keluhan kita dalam kaitannya pembelhan suatu produk dan jasa, uraikan dengan jelas dan rinci.
2. Lampirkan informasi pendukung, seperti faktur pembelian
Untuk lebih memperkuat surat aduan, kita perlu memberikan bukti / dokumen pendukung.
3. Usahakan nada surat kita tidak marah atau emosional
Usahakan tidak bersifat emosional seperti marah-marah, menggunakan kata-kata kasar, menyakitkan dan tidak sopan.
4. Permintaan tindakan khusus
Perlu dikemukakan apa harapan atau keinginan kita dikemudian hari terhadap adanya aduan tersebut.
PENULISAN PERMINTAAN RUTIN dan PESAN-PESAN POSITIF
A. STRATEGI PENULISAN PERMINTAAN RUTIN DAN PESAN-PESAN POSITIF
Kebanyakan pesan-pesan rutin, good news, dan goodwill diminati oleh pembaca karena pesan tersebut berisi informasi yang diperlakukan untuk melakukan kegiatan bisnis setiap hari.
Strategi penulisan untuk penulisan rutin dan pesan positif adalah dengan pendekatan langsung. Pendekatan langsung memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan sebagai berikut.
Keunggulan :
a. Meningkatkan pemahaman secara komprehensif ketika pertama kali membaca suatu pesan
b. Menekankan pada hasil suatu analisi yang telah kita lakukan
c. Menghemat waktu bagi audiens karena mereka dapat segera mengetahui apa maksud pesan tersebut.
Kelemahan :
a. Faktor kebiasaan di mana orang cenderung menyampaikan suatu pesan berdasarkan cara berpikirnya.
b. Kesulitan untuk mengubah pola pikir yang cenderung langsung ke pokok bahasan, hal ini terkait dengan pola pendidikan yang telah di ajarkan.
1. Strategi Permintaan Rutin
Suatu permintaan adalah rutin, jika ia merupakan bagian hal yang normal atau biasa dalam kegiatan bisnis. Untuk menulis pesan-pesan rutin, mulailah dengan pernyataan ide pokok, yaitu kemukakan secara tegas apa yang kita inginkan. Selanjutnya ikuti penjelasan rinci tentang apa permintaan kita. Pada bagian akhir suatu permintaan rutin, kemukakan pernyataan yang ramah, apresiasi/penghargaan dan tindakan khusus yang kita inginkan.
2. Strategi Penulisan Pesan – pesan Positif
Dalam menyampaikan pesan-pesan bisnis yang positif, baik melalui lisan atau tulisan, maka bentuk pesan yang disampaikan akan mengikuti suatu formula yang sederhana, yaitu mulai dengan ide-ide pokok yang jelas. Selanjutnya, pada bagian pertengahan, sampaikan secara rinci. Pada bagian akhir pesan positif, umumnya diakhiri dengan pemberian kesan yang baik atau pernyataan yang ramah dan pernyataan harapan tindakan khusus yang diinginkan oleh audiens kita.
B. PESAN-PESAN GOOD NEWS DAN GOODWILL
Para pelaku bisnis telah banyak melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan dan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, klien, karyawan/pegawai, dan masyarakat pada umumnya.
1. Good News tentang pekerjaan
Mendapatkan pelamar kerja yang cocok dan memilih orang-orang yang tepat untuk pengisian lowongan kerja merupakan tugas cukup berat. Umumnya surat yang menginformasikan kabar baik atau berita yang menyenangkan menggunakan pendekatan langsung.
2. Good News tentang produk
Untuk menjaga para pelanggannya, perusahaan dapat mengembangkan strategi bisnisnya dengan penetapan harga produk yang kompetetif, menghasilkan produk yang berkualitas, pemilihan metode promosi yang tepat dan pemilihan saluran distribusi yang tepat.
Good news yang berkaitan dengan produk antara lain : pemberian diskon harga produk, sistem beli dll.
3. Pesan-pesan Goodwill
Goodwill adalah suatu perasaan positif yang dapat mendorong orang untuk menjaga hubungan bisnis. Kita sebagai pelaku bisnis dapat juga mendorong hubungan baik dengan berbagai pihak, seperti pelanggan, pemasok, dll dengan penyampaian pesan-pesan secara bersahabat atau catatan catatan singkat yang tak diharapkan, yang secara tidak langsung berkaitan dengan tujuan bisnis tertentu.
Pesan-pesan bisnis dapat disampaikan melalui pemberian ucapan selamat kepada orang lain, seperti kenaikan pangkat. Penyampaian ucapan selamat oleh pimpinan perusahaan kepada para pelanggan maupun pemasok merupakan hal yang baik untuk menjaga hubungan baik di antara mereka.
C. MENULIS JAWABAN POSITIF
Banyak memo dan surat-surat bisnis ditulis dalam hubungannya dengan memberikan tanggapan atas suatu pesan maupun adanya suatu permintaan.
1. Surat Konfirmasi Pesanan
Satu dari beberapa surat yang paling sederhana adalah surat konfirmasi yang biasa digunakan untuk menyatakan bahwa pesanan telah diterima. Dan surat konfirmasi pesanan tidak diperlukan, jika suatu produk sedang dikirimkan, jumlah pesanan relatif kecil, atau pelayanan akan diberikan dengan segera.
2. Menjawab Permintaan Informasi
Setiap permintaan adalah penting baik di dalam maupun di luar organisasi. Informasi mungkin tidak dapat diperoleh dengan segera dan keputusan untuk mengambil beberapa tindakan harus dilakukan oleh tingkatan yang lebih tinggi.
a. Menjawab Permintaan dengan Penjualan Potensial
Ketika menjawab permintaan yang mencakup penjualan potensial, kita mempunyai tiga tujuan utama, yaita (1) memberi tanggapan terhadap semua permintaan atau menjawab semua pertanyaan. (2) Mendorong penjualan yang akan datang, dan (3) berikan kesan yang baik terhadap pembaca.
b. Menjawab Permintaan Tanpa Penjualan
Dalam menjawab permintaan tersebut kita mempunyai dua tujuan, yaitu: (1) Menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan lengkap, dan (2) berikan kesan yang menyenangkan terhadap perusahaan kita atau hubungan kerja.
D. SURAT REKOMENDASI DAN PEMBERITAHUAN
Bagi dunia bisnis, pemberian surat rekomendasi dilakukan oleh mereka yang memiliki posisi penting dalam perusahaan. Dalam surat rekomendasi umumnya menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kemampuan, kedisiplinan, kemandirian, dan sikap positif lainnya yang dapat dipakai sebagai dukungan untuk melanjutkan kariernya.
Surat rekomendasi memiliki beberapa karakteristik, antara lain :
1. Nama lengkap pemohon (keperluan melanjutkan studi atau mencari kerja)
2. Pekerjaan atau manfaat yang diharapkan pemohon
3. Penulis sedang menjawab suatu permohonan atau atas inisiatifnya sendiri.
4. Hakikat hubungan antara penulis dan pemohon
5. Fakta-fakta yang relevan dengan posisi/kedudukan yang dicari.
PENULISAN BAD NEWS
A. STRATEGI PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BAD NEWS
Jika ingin memberikan tanggapan atas keluhan pelanggan, mengkomunikasikan masalah tentang pesanan atau memberitahukan perubahan kebijakan perusahaan yang dapat mempengaruhi citra perusahaan secara negatif, maka perlu memperhatikan tiga hal, yaitu : penyampaian bad news, penerimaan pesan tersebut, dan menjaga goodwill sebaik mungkin dengan audiens.
1. Menciptakan Auidience-Centered Tone
Bagaimana nada atau intonasi kita dalam menyampaikan bad news mampu memberikan kontribusi yang cukup penting bagi efektivitas penyampaian pesan-pesan bisnis yang didukung dengan tiga tujuan secara spesifik :
a. Membantu audiens kita mengerti bahwa bad news menggambarkan suatu keputusan yang tegas.
b. Membantu audiens kita mengerti bahwa keputusan kita adalah adil.
c. Membantu audiens agar tetap memberikan goodwill bagi perusahaan.
Menekankan apa tujuan audiens, cari dan temukan apa yang terbaik bagi audiens dan gunakan pernyataan yang positif daripada yang negatif.
2. Memilih Pendekatan Organisasional
Ada dua pendekatan organisasional yang dapat diterapkan dalam kaitannya dengan pesan yang kurang menyenangkan audiens kita, yaitu perencanaan tak langsung ( dalam pendekatan organisasional ini terdapat 4 bagian penting, yaitu: pembuka, alasan pendukung untuk keputusan-keputusan negatif, pernyataan bad news dan penutup positip, bersahabat) dan perencanaan langsung ( perencanaan ini dapat diterapkan jika : penerimaan pesan lebih menyukai pesan langsung ke poin yang dituju, pesan tersebut mempunyai pengaruh yang kecil terhadap si penerima pesan, dan pesan disampaikan secara empati.
B. MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI DAN JAWABAN NEGATIF
1. Bad news tentang Produk
Bad news yang berkaitan dengan produk antara lain kenaikan harga produk, penarikan kembali produk, kadaluwarsa produk, cacat atau rusak.
Pada penyampaian bad news tentang produk bagi para pelanggan misalnya kenaikan harga produk, atau penarikan produk, lebih baik pendekatan yang digunakan adalah perencanaan tak langsung diawali dengan pernyataan yang bersifat netral dan didukung dengan alasan logis.
2. Penolakan Kerja Sama
Apabila seseorang meminta informasi atau partisipasi dalam suatu kegiatan tertentu, sementara itu kita tidak dapat memenuhi permintaannya, maka kita dapat menggunakan pendekatan perencanaan langsung atau tidak langsung.
Dalam dunia bisnis, menjalin kerjasama dengan pelaku bisnis lain merupakan hal yang seharusnya dilakukan untuk lebih memperkuat jaringan pemasaran suatu perusahaan. Namun, dalam praktiknya bisa saja terjadi suatu penolakan kerja sama bilamana bentuk kerja samanya merugikan pihak lain.
3. Penolakan Undangan
Bila kita harus mengatakan “tidak” atas suatu undangan teman bisnis, maka kita dapat menggunakan pendekatan organisasional perencanaan langsung dan perencanaan tak langsung. Pengguna kedua pendekatan organisasional tersebut sangat tergantung pada seberapa dekat hubungan kita dengan pihak lain.
C. PENYAMPAIAN BAD NEWS KE PELANGGAN
Ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian dalam penyampaian bad news kepada pelanggan atau calon pelanggan.
a. Tetap bekerja sebaik mungkin menuju kepada terwujudnya suatu penjualan ulang (resale)
b. Tetap menjaga instruksi atau informasi tambahan sejelas mungkin
c. Tetap optimis, percaya diri
Memperkuat kepercayaan pelanggan dengan memberikan pelayanan dan produk yang baik merupakan salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan penjualan ulang bagi para pelanggan.
1. Bad news tentang Pesanan
Paling tidak ada dua jenis bad news yang bisa disampaikan kepada pelanggan kita, yaitu :
a. Kita hanya dapat memenuhi sebagian produk yang dipesan atau
b. Kita sama sekali tidak dapat memenuhi semua produk pesanan tersebut
2. Penolakan Surat Aduan dan Keluhan
Secara umum, untuk menjawab penolakan surat aduan, kita dapat menggunakan pendekatan organisasional perencanaan tak langsung, di mana kita menyatakan penolakan tersebut pada bagian pertengahan surat.
D. BAD NEWS TENTANG ORANG
1. Penolakan Menulis Surat Rekomendasi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis penolakan surat rekomendasi adalah kemukakan apa alasan atas penolakan tersebut.
2. Penolakan Lamaran Pekerjaan
Untuk penolakan lamaran kerja yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat menggunakan pendekatan organisasional perencanaan tak langsung.
1.      
1.     Surat Penolakan Kredit
Untuk memberikan jawaban kepada pemohon kredit, maka kita menggunakan pendekatan organisasional perencanaan tak langsung.
PENULISAN PESAN-PESAN PERSUASIF
A. PERENCANAAN PESAN-PESAN PERSUASIF
Persuasif merupakan suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan. Sederhananya adalah kemampuan untuk menyampaikan suatu pesan di dalam suatu cara yang membuat auidiens merasa mempunyai pilihan dan membuat mereka setuju. Penyampaian ini dapat diterapkan untuk kepentingan internal dan eksternal. Pesan-pesan persuasif dimulai dengan melakukan analisis audiens, mempertimbangkan perbedaan budaya, dan memilih pendekatan langsung atau tidak langsung, dan juga perlu memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu.
1. Analisis Audiens
Melalui analisis audiens secara tepat maka penyampaian pesan-pesan persuasif dapat dilakukan secara efektif. Manusia dasarnya memiliki lima kebutuhan dasar (maslow) : kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, status, aktualisasi diri.
2. Pertimbangan Perbedaan Budaya
Pemahaman terhadap budaya yang berbeda sangat berarti bagi efektivitas penyampaian pesan-pesan persuasif.
3. Memilih Pendekatan Organisasional
Pendekatan organisasional dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
B. MENGEMBANGKAN PESAN-PESAN PERSUASIF
Persuasif yang efektif mencakup empat komponen penting, yaitu menetapkan kredibilitas, membuat kerangka argumentasi audiens, menghubungkan audiens dengan hal-hal yang logis, dan memperkuat posisi kita dengan menggunakan bahasa yang baik dan tepat.
C. MENULIS PERMINTAAN PERSUASIF
Yang paling penting untuk diingat ketika menyusun permintaan persuasif untuk suatu tindakan adalah dengan tetap menjaga batas-batas permhntaannya.
1. Permintaan Persuasif untuk Tindakan
Jika kita sedang mengajukan permintaan peningkatan anggaran atau sesuatu yang menyenangkan, sebaiknya menggunakan perencanaan organisasional AIDA ( attention, interest, desire, action) untuk merencanakan penulisan pesan ini. Dan jika sudah betul-betul yakin bahwa pesan yang ingin kita sampaikan adalah relevan, maka akhiri tulisan kita dengan suatu permintaan atau permohonan tindakan spesifik.
2. Permintaan dan Aduan Persuasif untuk Penyesuaian
Kebanyakan surat aduan dimulai dengan penyampaian pesan rutin. Namun demikian, kita juga dapat menulis surat aduan persuasif dengan menambahkan bukti tambahan dan menggunakan teknik yang lebih menarik.
D. PENULISAN PESAN-PESAN PENJUALAN DAN PERMOHONAN DANA
Ada dua jenis pesan persuasif yaitu surat penjualan dan surat permohonan bantuan dana. Kedua surat tersebut memiliki dua kesamaan, yaitu bahwa keduanya bersaing untuk bisnis dan kepentingan publik dan juga berusaha melakukan persuasi kepada pembaca untuk mengeluarkan uang atau waktu untuk menghasilkan suatu nilai tertentu.
Perencanaan Pesan-pesan Permohonan Bantuan Dana
Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat ini :
a. Kita harus mampu menjelaskan kebutuhan secara fisik
b. Tunjukan pada pembaca betapa pentingnya donasi yang kita sumbangkan kepada pihak lain

c. Kemukakan secara jelas berapa jumlah donasi yang dibutuhkan
SUMBER :

Sisa Hasil Usaha (SHU)

SISA HASIL USAHA (SHU) SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, ...