Komunikasi bisnis yang baik sangatlah penting untuk mendukung tercapainya
tujuan usaha. Jika seorang pengusaha memiliki keahlian dalam berkomunikasi, ini
akan menjadi alat yang efektif untuk memikat pelanggan. Para ahli mengemukakan
bahwa komunikasi bisnis merupakan suatu komunikasi yang dilaksanakan di dunia bisnis. Terdapat beberapa
pengertian komunikasi bisnis yang dikemukakan oleh para ahli.
1.
Persing
Persing adalah seseorang ilmuwan dan juga pelaku bisnis. Ia menmebrikan penjelasan tentang komunikasi bisnis sebagai proses penyampaian informasi tentang bisnis. Penyampaian informasi ini memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Komunikasi bisnis ini bisa terjadi secara langsung maupun dengan menggunakan bantuan media seperti simbol-simbol.
Persing adalah seseorang ilmuwan dan juga pelaku bisnis. Ia menmebrikan penjelasan tentang komunikasi bisnis sebagai proses penyampaian informasi tentang bisnis. Penyampaian informasi ini memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Komunikasi bisnis ini bisa terjadi secara langsung maupun dengan menggunakan bantuan media seperti simbol-simbol.
2.
Kartz
Dalam konsepnya, Kartz berpendapat bahwa komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran ide, gagasan, informasi, ataupun pesan yang berkaitan dengan suatu tindakan komersial. Jadi Kartz juga mendefinisikan bahwa tujuan komunikasi bisnis ialah untuk pemasaran/perdagangan.
Dalam konsepnya, Kartz berpendapat bahwa komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran ide, gagasan, informasi, ataupun pesan yang berkaitan dengan suatu tindakan komersial. Jadi Kartz juga mendefinisikan bahwa tujuan komunikasi bisnis ialah untuk pemasaran/perdagangan.
3.
Rosesnbalt
Rosesnbalt merupakan salah satu ahli yang juga berkontribusi menyumbangkan pemikiranny dalam bisnis. Menurutnya, komuniasi bisnis merupakan proses pertukaran ide, pesa, informasi, gagasan, atau hal lain yang sama. Rosesnbalt juga mengemukakan bahwa komunikasi bisnis bisa dilakukan secara pribadi maupun secara umum. Komunikasi bisnis juga bisa dilakukan dengan bantuan perantara ataupun secara langsung dengan syarat tercapainya tujuan komunikasi bisnis.Pada umumnya, kita bisa menarik kesimpulan bahwa komunikasi bisnis merupakan pertukaran ide, informasi, gagasan / pendapat, serta instruksi yang memiliki tujuan tertentu
Rosesnbalt merupakan salah satu ahli yang juga berkontribusi menyumbangkan pemikiranny dalam bisnis. Menurutnya, komuniasi bisnis merupakan proses pertukaran ide, pesa, informasi, gagasan, atau hal lain yang sama. Rosesnbalt juga mengemukakan bahwa komunikasi bisnis bisa dilakukan secara pribadi maupun secara umum. Komunikasi bisnis juga bisa dilakukan dengan bantuan perantara ataupun secara langsung dengan syarat tercapainya tujuan komunikasi bisnis.Pada umumnya, kita bisa menarik kesimpulan bahwa komunikasi bisnis merupakan pertukaran ide, informasi, gagasan / pendapat, serta instruksi yang memiliki tujuan tertentu
Dalam komunikasi bisnis, terdapat 6 unsur
utama sebagaimana dijelaskan di bawah ini.
1.
Memiliki Tujuan
Komunikasi bisnis haruslah memiliki tujuan. Setiap pelaku bisnis yang melakukan komunikasi bisnis sudah pasti memiliki tujuan. Sehingga agar terciptanya tujuan yang dikehenndaki, mereka haruslah mengikuti aturan dalam komunikasi bisnis.
Komunikasi bisnis haruslah memiliki tujuan. Setiap pelaku bisnis yang melakukan komunikasi bisnis sudah pasti memiliki tujuan. Sehingga agar terciptanya tujuan yang dikehenndaki, mereka haruslah mengikuti aturan dalam komunikasi bisnis.
2.
Berfungsi sebagai Pertukaran
Komunikasi bisnis merupaka sebuah pertukaran gagasan. Dalam hal ini, harus ada paling sedikit 2 (dua) orang yaitu komunikator dan komunikan. Merekalah yang nantinya akan melakukan pertukaran ide, gagasan, informasi, dan pesan yang akan menjadi tujuan dari komunikasi bisnis.
Komunikasi bisnis merupaka sebuah pertukaran gagasan. Dalam hal ini, harus ada paling sedikit 2 (dua) orang yaitu komunikator dan komunikan. Merekalah yang nantinya akan melakukan pertukaran ide, gagasan, informasi, dan pesan yang akan menjadi tujuan dari komunikasi bisnis.
3.
Pesan yang beragam
Dalamkomunikasi bisnis, seorag pelaku bisnis bisa saja menyampaikan ide, pesa, atau gagasan dalam cara yang beragam. Hal tersebut didasarkan pada situasi, kondisi, serta tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi bisnis.
Dalamkomunikasi bisnis, seorag pelaku bisnis bisa saja menyampaikan ide, pesa, atau gagasan dalam cara yang beragam. Hal tersebut didasarkan pada situasi, kondisi, serta tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi bisnis.
4.
Menggunakan saluran personal atau
impersonal
Dalam melakukan komunikasi bisnis, seseorang bisa melakukannya secara personal maupun impersonal. Cara yang biasanya dilakukan yaitu dengan cara bertatap muka ataupun menggunakan media yang mendukung.
Dalam melakukan komunikasi bisnis, seseorang bisa melakukannya secara personal maupun impersonal. Cara yang biasanya dilakukan yaitu dengan cara bertatap muka ataupun menggunakan media yang mendukung.
5.
Penggunaan Simbol dan Sinyal
Simbol dan sinyal merupakan contoh dari sekian metode yang sering digunakan dalam komunikasi bisnis. Penggunaan simbol dan sinyal lebih banyak diminati karena penggunaannya yang mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang.
Simbol dan sinyal merupakan contoh dari sekian metode yang sering digunakan dalam komunikasi bisnis. Penggunaan simbol dan sinyal lebih banyak diminati karena penggunaannya yang mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang.
6.
Pencapaian
Ada beberapa perbedaan pencapaian dalam komunikasi bisnis. Ada pencapaian lembaga/organisasi dan juga ada pencapaian personal.Selain tujuan bentuk, dan juga unsu-unsur dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa fungsi khusus. Fungsi dari komunikasi bisnis dijelaskan seperti di bawah ini :
Ada beberapa perbedaan pencapaian dalam komunikasi bisnis. Ada pencapaian lembaga/organisasi dan juga ada pencapaian personal.Selain tujuan bentuk, dan juga unsu-unsur dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa fungsi khusus. Fungsi dari komunikasi bisnis dijelaskan seperti di bawah ini :
7.
InformatifFungsi ini sangat penting dalam
komunikasi bisnis. Fungsi informative ini juga akan menunjang sistem
kinerja perusahaan, kegiatan operasional, maupun aktivitas para pimpinan
perusahaan serta para karyawan.
8.
Integratif
Fungsi lainnya dari komunikasi bisnis ialah fungsi integratif. Fungsi ini akan membantu untuk berjalannya komuniasi bisnis yang efektif dan efisien.
Fungsi lainnya dari komunikasi bisnis ialah fungsi integratif. Fungsi ini akan membantu untuk berjalannya komuniasi bisnis yang efektif dan efisien.
9.
Regulatory
Fungsi regulatory dalam komunikasi bisnis biasanya berhunbungan dengan pengaturan dan pengendalian perusahaan. Fungsi ini akan membantu perusahaan untuk menjalankan aktivitasnya secara lancar. Contohnya ialah laporan dari karyawan kepada pimpinan perusahaan.
Fungsi regulatory dalam komunikasi bisnis biasanya berhunbungan dengan pengaturan dan pengendalian perusahaan. Fungsi ini akan membantu perusahaan untuk menjalankan aktivitasnya secara lancar. Contohnya ialah laporan dari karyawan kepada pimpinan perusahaan.
10.
Persuasif
Fungsi terakhir dari komunikasi bisnis ialah fungsi persuasive. Fungsi persuasive ini bertujuan untuk mempengaruhi pola piker dan kepercayaan serta sikap seseorang. Hal ini dilakukan agar mereka bertindak sesuai dengan yang dikehendaki dan diharapkan oleh perusahaan.
Fungsi terakhir dari komunikasi bisnis ialah fungsi persuasive. Fungsi persuasive ini bertujuan untuk mempengaruhi pola piker dan kepercayaan serta sikap seseorang. Hal ini dilakukan agar mereka bertindak sesuai dengan yang dikehendaki dan diharapkan oleh perusahaan.
Contoh komunikasi bisnis yang bisa
dijadikan referensi untuk memulai komunikasi bisnis yang baik dengan klien
Anda.
A. PENERAPAN
KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS
Suatu perusahaan hanya akan
merealisasikan tujuannya jika setiap petugasnya berkerja secara effisien dan
ada kerjasama antara petugas yang satu dengan yang lain. Salah satu faktor yang
memungkinkan ialah adanya hubungan baik antara pimpinan dan bawahan. Cara-cara
yang dilakukan badan usaha antara lain pertemuan,berbicara melalui
telepon,mengirim email,berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk
dan pemberian perintah. Agar terdapat suatu hubungan yang baik maka cara-cara
tersebut harus terpelihara dengan baik.
Komunikasi secara garis besar terbagi
menjadi dua,yaitu Komunikasi kedalam dan Komunikasi keluar.
Komunikasi kedalam yang dimaksud adalah
sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan. Dibedakan menjadi dua
yaitu Vertikal dan Horizontal, Komunikasi Vertikal yaitu proses penyampaian
dari pihak pimpinan ke pegawai dan sebaliknya. Masing-masing komunikasi
bertujuan untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan dan
mengkoordinasi kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada tujuan perusahaan.
Komunikasi keatas diwujudkan dalam bentuk penyampaian laporan-laporan.
Komunikasi keluar adalah antara pihak
atasan dengan pihak luar diwujudkan dengan telpon,berbicara langsung, atau
dengan pengiriman surat.
Proses Komunikasi :
1.
Komunikator (Orang yang menyampaikan
pesan)
2.
Pesan (Isi Perintah, instruksi atau
pemberitahuan lain)
3.
Saluran atau Channel (yang digunakan
untuk menyampaikan pesan)
4.
Komunikan (Orang yang menerima pesan)
5.
Efek (Pengaruh akibat hasil komunikasi
yang dilakukan komunikator terhadap komunikan
Bagi seorang pimpinan yang terpenting
adalah unsur yang kelima (efek). Sukses tidaknya komunikasi dalam garis
besarnya tergantung dari efek kegiatan komunikasi yang dilakukan.
Semuanya ini harus diadakan pengecekan-pengecekan. Komunikasi yang cocok
tergantung dari:
1. Keadaan komunikasi atau orang
yang menerima pesan
- Bila
ditinjau dari sudup bahasa yang menimbulkan masalah adalah rintangan
pemahaman
- Dari dasar
pendidikan yang menimbulkan rintangan adalah tingkat kecerdasan
- Dari sudut
perbedaan latar belakang kehidupan sosial yang dapat menimbulkan rintangan
adalah perbedaan golongan
- Dari sudut
perbedaan kedudukan pimpinan atau bawahan yang menimbulkan rintangan
adalah saluran terintangi
- Dari jarak
yang memisahkan komunikator dan komunikan yang menimbulkan rintangan
adalah jarak
2. Adanya saluran atau alat-alat
komunikasi yang cukup
- Manusia: sebagai kurir, utusan, pengantar pos,
konsul, duta perwakilan luar negri, dsb
- Alat-alat: surat kabar, majalah, radi telepom, saterit
komunikasi, televisi
B. KOMUNIKASI DALAM BISNIS
1.
Komunikasi dengan langganan
Dengan langganan atau konsumen pun harus
dibina komunikasi terus-menerus agar konsumen tidak lupa dengan produk
perusahaan. Suatu perusahaan baru bisa dikatakan sukses jika terbentuk pada
dirinya sikap “Patronage Buying Motive”, sikap dimana seseorang selalu ingin
berbelanja ke toko tertentu saja. Sikap ini dapat terjadi jika hubungan
konsumen dan pemilik toko terjalin dengan baik.
2.
Komunikasi dengan lembaga pemerintah
Disini orang yang bergerak di bidang
bisnis haruslah mematuhi peraturan-peraturan yang telah disepakati oleh
pemerintah. Perusahaan juga berkomunikasi dengan cara mengisi lengkap
dokumen-dokumen yang ada, mematuhi segala peraturan,dan sebagainya.
3.
Komunikasi dengan masyarakat
Perusahaan pasti hidup dan berada di
tengah masyarakat, antara keduanya pun haruslah terjadi komunikasi. Cara
berkomunikasi dengan masyarakat salah satu contohnya adalah saat masyarakat
sedang merayakan hari idul fitri,perusahaan dapat mendekorasi seluruh tokonya
dengan nuansa idul fitri guna menyambutnya, demikian pula dengan
perayaan-perayaan lainnya.
C. TEKNIK
KOMUNIKASI BISNIS
Banyak cara dapat dilakukan dalam
komunikasi bisnis, antara lain:
- Mencetak
bulletin: diterbitkan secara teratur, memuat
informasi tentang perusahaan, tentang produk baru ataupun kerangka
ilmiah/berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
- Membuat
film documenter: menyangkut proses produksi kemudian
disiarkan oleh televise dalam bentuk berita pembangunan
- Publicity: pimpinan dapat mengundang wartawan datang
ke lokasi perusahaan, kemudian mengadakan wawancara tentang segala sesuatu
mengenai perusahaan. Publicity ini tidak usah dibayar pemuatannya
dalam surat kabar karena dimuatnya dalam bentuk berita.
- Promosi: semua usaha yang bertujuan meningkatkan
penjualan, termasuk kedalamnya personal selling, advertising, publicity,
dan sales promotion.
Komunikasi persuasive menimbulkan dampak
yang lebih tinggi kadarnya dibandingkan dengan komunikasi informative, yaitu
dampak kognitif, dampak afektif dan dampak behavioral. Berikut ini
adalah teknik-teknik yang dapat dipilih dalam proses komunikasi persuatif:
- Teknik
asosiasi: penyajian pesan komunikasi dengan cara
menumpangkannya pada suatut objek peristiwa yang sedang menarik perhatian
khalayak. Teknik ini sering dilakukan oleh kalangan bisnis/politik.
- Teknik
integrasi: kemampuan komunikator untuk menyatukan diri
secara komunikatif dengan komunikan. Teknik ini biasa digunakan oleh
redaktur surat kabar dalam menyuusun tajuk rencana.
- Teknik
ganjaran: kegiatan untuk mempengaruhi orang lain
dengan cara mengiming-iming hal yang menguntungkan atau yang menjadikan
harapan.
- Teknik
tataan: upaya menyusun pasan komunikasi sedemikian
rupa sehingga enak didengar atau dibaca serta termotivasikan untuk
melakukan sebagaimana disarankan oleh pesan tersebut.
- Teknik
red-herring: seni seorang komunikator untuk meraih
kemenangan dalam perdebatan denga mengelakkan argumentasi yang lemah untuk
kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yang dikuasainya
guna dijadikan senjata ampuh dalam menyerang lawan. Teknik ini dilakukan
pada saat komunikator berada dalam posisi terdesak.
D. IKLAN
SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BISNIS
Untuk dapat menjual hasil produksinya
secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha
tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi
perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus
dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
a.Perencanaan produksi
b.Penetuan merk dagang
c.Penentuan bentuk kemasan
d.Kebijaksanaan harga
e.Penyusunan saluran penjualan
f.Penjualan secara pribadi
g.Periklanan dan promosi
a.Perencanaan produksi
b.Penetuan merk dagang
c.Penentuan bentuk kemasan
d.Kebijaksanaan harga
e.Penyusunan saluran penjualan
f.Penjualan secara pribadi
g.Periklanan dan promosi
Unsur-unsur
dari iklan :
– Informasi dan persuasi
– Informasi dikontrol
– Teridentifikasinya informasi
– Media komunikasi massa
– Informasi dan persuasi
– Informasi dikontrol
– Teridentifikasinya informasi
– Media komunikasi massa
Unsur komunikasi sebagai alat salah satu
unsur penting dalam pemasaran mempunyai beberapa bentuk kegiatan, misalnya :
a.Personal selling
b.Sales Promotion
c.Publisitas dan kehumasan
d.Iklan
a.Personal selling
b.Sales Promotion
c.Publisitas dan kehumasan
d.Iklan
Setiap iklan yang kita lihat tercetak
disurat kabar melibatkan minimal empat pihak yang saling menguntungkan. Pertama
adalah unsur si pengusaha dan produsen yang mempunyai kepentingan langsung
dengan barang atau jasa yang hendak dipasarkan. Kedua adalah unsur perusahaan
periklanan yang berhasil memperoleh penunjukan atau pengangkatan dari klien
untuk mewakili kepentingannya dalam mengiklankan produk atau jasa klien. Ketiga
adalah unsure kemlompok konsumen yang menjadi sasaran kegiatan pemasaran klien.
Keempat adalah unsure media yaitu sarana yang dianggap paling cepat, tepat dan
murah untuk dapat menyampaikan pesan iklan klien yang diciptakan oleh agency
untuk target audience yang dituju. Kelima adalah unsur pemerintah (Departemen
Penerangan dan Deprtemen Perdagangan).
Jadi
unsur-unsur periklanan keterlibatannya saling berkaitan adalah klien, agency,
media dan pemerintah. Sedangkan unsur-unsur iklan menurut Bovee yang dirincinya
sebagai berikut :
a.To Inform d. Persuatif
b.Nonpersonal e. Sponsor
c.Media massa f. Tujuan
a.To Inform d. Persuatif
b.Nonpersonal e. Sponsor
c.Media massa f. Tujuan
Periklanan bisnis selain memberikan
informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh
cara-cara yang bersifat demostrasi seperti memperagakan produk secara langsung
pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas :
– Iklan bisnis untuk industri
– Iklan bisnis dagang
– Iklan bisnis professional
– Iklan bisnis untuk industri
– Iklan bisnis dagang
– Iklan bisnis professional
Beberapa alasan mengapa pengusaha menggunakan
iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha/bisnis.
1.Mendorong para pengusaha berproduksi massa dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yag dibuatnya.
2.Mendorong penyalur dan penyebaran yang lebih cepat karena masyarakat konsumen dan para pengencer merasakan kebutuhan akan barang tersebut.
3.Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa.
4.Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5.Memberitahukan perusahaan yang medukung pembuatan barang tersebut.
6.Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli.
7.Untuk menghadapi persaingan.
8.Untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja dan bahan baku.
9.Untuk menjual goodwill dan image
10.Untuk membuat suatu kelompok barang-barang sekeluarga mempunyai image yang sama.
1.Mendorong para pengusaha berproduksi massa dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yag dibuatnya.
2.Mendorong penyalur dan penyebaran yang lebih cepat karena masyarakat konsumen dan para pengencer merasakan kebutuhan akan barang tersebut.
3.Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa.
4.Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5.Memberitahukan perusahaan yang medukung pembuatan barang tersebut.
6.Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli.
7.Untuk menghadapi persaingan.
8.Untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja dan bahan baku.
9.Untuk menjual goodwill dan image
10.Untuk membuat suatu kelompok barang-barang sekeluarga mempunyai image yang sama.
Sumber
: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab6-komunikasi_dalam_bisnis.pdf
Komunikasi
bisnis adalah pertukaran gagasan,
pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara
personal atau impersonal melalui simbol – simbol atau
sinyal. Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok,
yaitu:
- Memiliki
tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
- Pertukaran,
dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni
komunikator dan komunikan.
- Gagasan,
opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya
beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
- Menggunakan
saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka,
menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang
secara bersamaan.
- Meggunakan
simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau
dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
- Pencapaian
tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi
atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai
pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan
bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit
komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan
berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun,
setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi
menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota
suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas
banyak transaksi yang terjadi secara simultan.
Di dalam komunikasi organisasi ada
proses – prosesnya yaitu :
- Komunikasi
Internal
Pertukaran gagasan di antara para administrator
dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai
pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga
pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]
- Komunikasi
Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi
[perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi.
Komunikasi
Administrasi adalah penyampaian pesan secara
timbal balik diantara anggota untuk menumbuhkan saling pengertian dalam rangka
mencapai tujuan organisasi secara effektif dan effisien.
1. Proses penggunaan lambang sekelompok orang /lebih
2. Komunikasi antar pesona
3. Sebagai proses / dilakukan dalam rangka kerjasama. “ Give and take” timbal balik / bilateral
4. Penggunaan lambang bersama – sama oleh anggota organisasi
5. Komunikasi yang bersifat internal
6. Komunikasi yang berorientasi pada tujuan organisasi yang efektif dan effisien
1. Proses penggunaan lambang sekelompok orang /lebih
2. Komunikasi antar pesona
3. Sebagai proses / dilakukan dalam rangka kerjasama. “ Give and take” timbal balik / bilateral
4. Penggunaan lambang bersama – sama oleh anggota organisasi
5. Komunikasi yang bersifat internal
6. Komunikasi yang berorientasi pada tujuan organisasi yang efektif dan effisien
Iklan untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat
konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi
jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan
memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha
meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
Periklanan bisnis tersebut selain
memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga
menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara
langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:
1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para
pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis
Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan
Sumber Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar